Adinda Salsabilla, Wisudawati Ilmu Politik Ini Buktikan Organisasi dan Akademik Bisa Berjalan Seiring
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Bagi Adinda Salsabilla, gelar sarjana bukan satu-satunya pencapaian yang ingin diraih selama kuliah. Wisudawati ke-140 Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2022 ini memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan diri melalui organisasi, memperluas relasi, sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Federasi Olahraga Mahasiswa (Forsa) UIN Jakarta.
Selama menjadi mahasiswa, Adinda aktif di Forsa Divisi Tapak Suci dan pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Divisi Tapak Suci periode 2023-2024. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi Ketua Pelaksana Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) Universitas tahun 2025. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan pengembangan dirinya selama menempuh pendidikan di UIN Jakarta.
Tak hanya aktif berorganisasi, Adinda juga menorehkan sejumlah capaian non-akademik. Salah satunya dengan meraih Juara II pada Kejuaraan Bela Diri Nasional Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Cup tahun 2024. Di sisi akademik, ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan hasil yang memuaskan.
Menurut Adinda, masa perkuliahan merupakan momentum yang tepat bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri secara menyeluruh. Ia menilai pencapaian akademik dan non-akademik memiliki peran yang sama penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
“Mahasiswa perlu aktif dalam perkuliahan dan mengejar target akademik maupun non-akademik karena masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan potensi diri. Prestasi akademik menunjukkan kemampuan intelektual sedangkan kegiatan non-akademik membantu mengembangkan keterampilan,” ujar Adinda saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Sabtu (6/6).
Ketertarikannya bergabung dengan Forsa berangkat dari keinginan untuk mencari ruang pengembangan diri di luar aktivitas perkuliahan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa Forsa tidak hanya menjadi tempat berlatih olahraga, tetapi juga wadah pembelajaran yang membentuk karakter dan kemampuan interpersonal.
“Forsa tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, dan jiwa kepemimpinan. Selama bergabung di Forsa, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga melalui kegiatan organisasi, kepanitiaan, dan interaksi dengan mahasiswa dari berbagai Prodi,” ungkapnya.
Beragam aktivitas yang dijalani turut menghadirkan tantangan tersendiri. Adinda mengaku bahwa membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, latihan, dan kehidupan pribadi menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi selama menjadi mahasiswa. Meski demikian, pengalaman tersebut justru mengajarkannya pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menentukan prioritas agar semua kewajiban dapat berjalan dengan baik.
Sebagai lulusan Ilmu Politik, Adinda berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat diimplementasikan untuk memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat. Ia ingin terus mengembangkan diri sekaligus menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.
Menutup wawancara, Adinda berpesan agar mahasiswa tidak takut mencoba hal baru dan berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, setiap proses yang dijalani selama masa kuliah akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi masa depan. Ia menambahkan, manfaatkan masa kuliah sebaik mungkin, baik untuk belajar di kelas maupun berorganisasi. Bangun relasi yang positif, tingkatkan kemampuan diri, jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
“Proses yang dijalani hari ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan. Tetap semangat, konsisten, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan takut, yang kemarin sudah berlalu, besok belum tiba, dan hari ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” pungkasnya.
Reporter: Mustika Pertiwi |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
