AIESEC UIN Jakarta Bekali Mahasiswa dengan Pengalaman Global dan Keterampilan Dunia Kerja
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Lembaga Otonom (LO) Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) UIN Jakarta merupakan bagian dari organisasi kepemudaan internasional. LO ini berfokus pada pengembangan kepemimpinan generasi muda. AIESEC mulai berkembang di lingkungan UIN Jakarta pada 2016 sebagai AIESEC in Tangerang Selatan dan resmi menjadi AIESEC UIN Jakarta pada 2018.
Secara global, AIESEC didirikan pada 1948 dan kini tersebar di lebih dari 120 negara. Organisasi ini lahir pasca perang dunia II atas inisiatif tujuh pemuda Eropa yang meyakini bahwa perdamaian dapat dibangun melalui kolaborasi dan pertukaran budaya antar generasi muda.
Dalam proses pengembangan anggota, AIESEC UIN Jakarta menerapkan sistem pembinaan yang mengacu pada AIESEC Leadership Development Model. Model ini menjadi kerangka utama dalam membentuk kemampuan kepemimpinan anggota melalui pengalaman langsung dalam berbagai program dan proyek organisasi.
Ketua Umum AIESEC UIN Jakarta periode 2026, Zahra Amabel Putri, menjelaskan bahwa pengembangan anggota tidak hanya dilakukan melalui pelatihan internal, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam proyek, kepanitiaan, hingga kolaborasi dengan perusahaan dan berbagai pemangku kepentingan.
“Pendekatan kami berbasis pengalaman. Anggota tidak hanya belajar teori, tetapi langsung terlibat dalam lingkungan yang menuntut kemampuan komunikasi, manajemen proyek, dan kerja sama dengan berbagai pihak,” jelas Abel saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Kamis (21/5).
Sejumlah program AIESEC dirancang untuk mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Berbagai program penemgenbangan diri dan pertukaran internasional, seperti project AIESEC, join AIESEC, local project, AIESEC future leaders, global volunteer, global teacher, dan global talent.
Selain pengalaman internasional, AIESEC juga berkontribusi dalam pengembangan potensi mahasiswa di luar akademik melalui penguatan berbagai keterampilan yang dibutuhkan industri. Menurut Abel, kemampuan public speaking, critical thinking, manajemen proyek, pemasaran, hingga kemampuan beradaptasi menjadi aspek yang terus diasah dalam setiap program organisasi.
“Kami terbiasa bekerja dalam lingkungan yang dinamis dan penuh tantangan. Setiap anggota didorong untuk berpikir strategis, bekerja secara kolaboratif, dan memastikan setiap proyek memiliki dampak yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, alumni AIESEC UIN Jakarta, Alyssa Naura, mengaku tertarik bergabung setelah mengikuti program AIESEC Future Leaders saat semester dua. Alumni Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam angkatan 2022 ini kini bekerja sebagai Project Development Intern di perusahaan konsultan lingkungan dan pengelolaan sampah, Waste4Change.
Alysaa menjelaskan pengalaman mengikuti program pengembangan kepemimpinan dan proyek di AIESEC mendorong dirinya untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
“Saya tertarik karena program-program AIESEC sangat terstruktur dan memberikan ruang untuk berkembang. Setelah mengikuti AIESEC future leaders dan local project, saya merasa organisasi ini menjadi wadah yang mendorong saya untuk terus level up,” ungkap Alyssa saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Rabu (3/6).
Selama lebih dari dua tahun aktif di AIESEC, Alyssa mengaku memperoleh banyak pengalaman yang membentuk cara berpikir dan cara bekerja. Ia menyebut interaksi dengan anggota dari berbagai daerah melalui konferensi nasional memberikan perspektif baru yang masih berpengaruh hingga saat ini.
Tak hanya itu, Alyssa menilai sistem kerja yang diterapkan AIESEC membantunya beradaptasi ketika memasuki dunia profesional. Menurutnya, budaya organisasi yang menekankan struktur kerja, perencanaan, dan evaluasi membuat dirinya lebih mudah memahami ritme kerja di perusahaan.
“Ketika masuk dunia kerja saya tidak terlalu kaget karena sudah terbiasa bekerja dengan sistem yang terstruktur. Di AIESEC setiap pekerjaan memiliki alur, target, dan standar yang jelas,” pungkasnya.
Reporter: Mustika Pertiwi |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
