Aksi Nyata KMPLHK UIN Jakarta untuk Sumatera
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Kembara Insani Ibnu Batutah (RANITA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan respons darurat dengan turun langsung ke lokasi banjir di Sumatera pada Jumat (28/11/2025). Sebanyak tiga relawan diturunkan ke wilayah terdampak.
Ketua Umum KMPLHK RANITA, Aziza Sulistyawati, menyampaikan, faktor utama keterlibatan KMPLHK RANITA berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi para korban bencana. Di sisi lain, salah satu anggota relawan KMPLHK RANITA merupakan penduduk Aceh yang terdampak.
“Karena hati kami tergerak pada kemanusiaan dan salah satu anggota kami berasal dari wilayah terdampak di Aceh. Tim yang diturunkan di sana merupakan warga lokal setempat,” tuturnya saat diwawancara melalui WhatsApp, Jumat (12/12/25).
Pada tahap darurat (emergency response), ujar Aziza, KMPLHK RANITA mengerahkan tim Search and Rescue (SAR) untuk evakuasi ke tiga wilayah yang terdampak parah, yakni Kabupaten Gayo Lues, Aceh; Kabupaten Agam, Sumatera Barat; serta Kota Sibolga, Sumatera Utara. Hingga Jumat (12/12/25), Aziza menyampaikan, sebanyak sembilan relawan yang tergabung dalam tim respons bencana telah diturunkan di berbagai daerah terdampak.
Aziza menambahkan, fokus bantuan pada tahap darurat diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke lapangan oleh relawan KMPLHK RANITA agar kebutuhan masyarakat tercukupi.
“Kebutuhan yang mendesak pada fase tanggap darurat meliputi sandang, pangan, air bersih, dan sanitasi, serta kami membantu mendistribusikan bantuan tersebut hingga kebutuhan di wilayah penugasan relawan terpenuhi,” ucapnya.
Selain itu, Aziza menjelaskan, terbatasnya akses jalan dan sinyal komunikasi menjadi hambatan proses penyaluran bantuan. Untuk mengantisipasi risiko, setiap aktivitas relawan di lapangan diawasi melalui pelaporan rutin setiap hari.
“Tantangan utama yaitu akses jalur yang terputus, seperti jalan dan sinyal, sehingga tim kami di lapangan selalu kami pantau pergerakannya dan selalu ada report pergerakan di setiap harinya untuk menjaga keamanan tim relawan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aziza menyampaikan, sejumlah lokasi terdampak masih melakukan proses SAR. Dalam kondisi tersebut, masyarakat masih membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar sertai pakaian, makanan, akses komunikasi, listrik, dan air bersih.
“Di beberapa titik masih dalam tahap pencarian orang hilang. Kebutuhan yang paling mendesak meliputi sandang dan pangan, serta akses sinyal, listrik, dan air bersih untuk menunjang keberlangsungan hidup masyarakat,” tuturnya.
Reporter: Dinda Maulida | Fotografer: UKM KMPLHK Ranita | Editor: Geri Maulana Saputra
Dokumentasi:





