Aktif Pengabdian dan Pengembangan Diri, RA. Diana Maulidah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Non Akademik
Aktif Pengabdian dan Pengembangan Diri, RA. Diana Maulidah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Non Akademik

Gedung Kemahasiswaan, Cerita Mahasiswa - RA. Diana Maulidah, wisudawan lulusan Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2022 pada Wisuda ke-140 tahun 2026, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Non-Akademik Prodi Agribisnis tingkat Fakultas Sains dan Teknologi. Penghargaan ini diraih sebagai hasil dari keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi, pengabdian, kerelawanan, dan pengembangan diri selama menempuh pendidikan di kampus.

Wisudawan asal Jawa Timur tersebut mengaku bahwa sejak awal kuliah dirinya berupaya memanfaatkan setiap kesempatan yang datang. Sebagai anak rantau, ia memiliki motivasi untuk tidak menyia-nyiakan perjuangan kedua orang tuanya yang telah mendukung pendidikannya hingga ke perguruan tinggi.

“Motivasi saya sangat sederhana, yaitu tidak ingin menyia-nyiakan usaha orang tua. Saya juga dididik untuk tidak membedakan antara akademik dan non-akademik,” ujarnya, Senin (1/6).

Diana memilih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta setelah diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Ketertarikannya pada Program Studi Agribisnis menjadi salah satu alasan utama memilih kampus tersebut. Menurutnya, Agribisnis menawarkan pengalaman belajar yang beragam karena mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan lapangan.

Selama masa perkuliahan, Diana aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Di bidang akademik, ia pernah mengikuti kompetisi business plan dan menjadi penulis artikel ilmiah bersama dosen. Sementara di luar akademik, ia terlibat dalam berbagai kegiatan kerelawanan berskala nasional serta kompetisi di bidang media.

Selain itu, Diana juga aktif sebagai Mudabbirah Ma’had Al-Jami’ah UIN Jakarta selama dua tahun, tepatnya pada periode 2023–2025 di Mabna Syarifah Mudaim. Pengalaman ini menjadi salah satu perjalanan yang paling berkesan baginya karena memberikan banyak pelajaran berharga dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Saya belajar banyak hal selama menjadi Mudabbirah. Pengalaman tersebut sangat berpengaruh terhadap karakter saya, terutama dalam menghadapi tantangan hidup,” tuturnya.

Berbagai pengalaman organisasi, pengabdian, pengembangan diri, serta keterlibatannya dalam program magang (internship) di Kemahasiswaan sebagai tim content creator turut mengantarkannya meraih predikat Wisudawan Terbaik Non-Akademik. Baginya, prestasi tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan memberikan kontribusi dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Di luar lingkungan kampus, Diana bergabung dalam gerakan kerelawanan  yaitu komunitas TurunTangan yang bergerak di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, sosial kemanusiaan, dan edukasi politik. Melalui komunitas ini, ia berkesempatan bertemu dengan banyak pemuda dari berbagai daerah di Indonesia dan memperoleh wawasan baru mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia juga berkesempatan berinteraksi dengan sejumlah tokoh nasional. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika dapat bertemu dengan putri-putri Proklamator Indonesia, Bung Hatta.

“Dari komunitas tersebut saya bisa bertemu teman-teman dari berbagai daerah dan mengetahui banyak cerita tentang kondisi masyarakat di Indonesia,” katanya.

Di balik berbagai aktivitas yang dijalani, Diana juga menghadapi tantangan selama kuliah, terutama dalam mengelola kondisi keuangan keluarga. Ia harus beradaptasi sebagai anak rantau, sementara ibunya juga membiayai saudara kembarnya yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Surabaya.

Kondisi tersebut mendorong Diana untuk mencari berbagai peluang beasiswa. Usahanya membuahkan hasil ketika ia berhasil menjadi Awardee Beasiswa Bank Indonesia yang membantu meringankan beban biaya pendidikan selama kuliah.

“Oleh karena itu saya mulai mendaftar beberapa beasiswa dan alhamdulillah diterima sebagai Awardee Beasiswa Bank Indonesia. Saya percaya bahwa penuntut ilmu akan selalu dimudahkan oleh Allah,” ungkapnya.

Menurut Diana, keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak aktivitas yang diikuti. Baginya, yang terpenting adalah kemampuan untuk memaksimalkan waktu dan kesempatan yang dimiliki.

“Produktif bukan berarti memperbanyak kegiatan 24 jam tanpa henti, melainkan mengoptimalkan apa yang kita lakukan meskipun itu sedikit,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa mahasiswa perlu aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan di luar ruang kelas. Menurutnya, pengalaman organisasi, komunitas, maupun kegiatan sosial dapat menjadi sarana untuk memperoleh keterampilan dan relasi yang bermanfaat bagi masa depan.

“Akademik dan non-akademik memiliki esensinya masing-masing. Dari ruang non-akademik kita memperoleh banyak pelajaran, pengalaman, dan relasi yang akan sangat berpengaruh terhadap karir kita di masa depan,” ujarnya.

Diana mengaku bersyukur dapat bertemu dengan dosen, teman, dan lingkungan kampus yang positif selama menempuh pendidikan di UIN Jakarta. Ia juga menyampaikan bahwa dukungan keluarga, khususnya sang ibu, menjadi salah satu faktor terbesar yang membantunya bertahan dan berkembang selama masa perkuliahan.

“Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan lingkungan yang positif. Saya percaya bahwa hal-hal baik yang saya temui hari ini tidak lepas dari doa dan dukungan ibu saya yang tidak pernah berhenti mendoakan anak-anaknya,” katanya.

Selain itu, Diana juga menjadikan sosok almarhum ayahnya sebagai motivasi untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Saya ingin menjadi individu yang baik supaya kebaikan yang saya lakukan dapat mengalir pahalanya kepada ayah saya,” ujarnya.

Ke depan, Diana bercita-cita untuk terus berkontribusi bagi agama dan negara melalui bidang yang dipelajarinya. Ia juga berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sembari terus mengembangkan kapasitas diri melalui karier yang dijalani.

Menutup wawancara, Diana berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Teruslah melangkah. Percayalah bahwa pendidikan dapat mengubah hidup. Jangan memandang pendidikan hanya sebagai alat penghasil uang, melainkan sebagai alat yang meningkatkan nilai dalam diri kita sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” pesannya.

Reporter: Salsabila Azahra |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby

Dokumentasi:
Media Kemahasiswaan  - 5 (1)

RA4

RA3

RA5

RA2