Awali Periode Baru, Forum UKM Fokus Konsolidasi Internal dan Advokasi Organisasi Mahasiswa
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online — Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi dilantik pada 18 Februari 2026 lalu di Auditorium Harun Nasution, menandai dimulainya periode kepengurusan yang baru. Prosesi pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan koordinasi dan penguatan organisasi mahasiswa tingkat universitas, sekaligus membuka babak baru Forum UKM ke depan.
Ketua Forum UKM, Muhammad Roihan Azkia, menegaskan, momentum tersebut tidak hanya dimaknai sebagai sekadar seremoni, tetapi juga sebagai awal dari tanggung jawab yang harus dijalankan secara terstruktur dan kolektif. Roihan menyampaikan, kepemimpinan yang diembannya dipandang sebagai amanah organisasi yang menuntut kesiapan tim serta perencanaan yang matang sejak awal periode.
“Setelah resmi dilantik, yang saya rasakan bukan semata-mata euforia, melainkan kesadaran yang semakin utuh terhadap amanah yang diemban. Jabatan ini bagi saya adalah ruang tanggung jawab, bukan simbol posisi,” ujar Roihan saat diwawancarai via WhatsApp, Senin (23/02/2026).
Lebih lanjut, Roihan mengungkapkan, pasca pelantikan, Forum UKM langsung melakukan konsolidasi internal dengan menyusun struktur kepengurusan yang proporsional serta memetakan kapasitas masing-masing pengurus. Ia juga menambahkan, komunikasi awal dengan para ketua UKM mulai dibangun untuk membaca kebutuhan dan tantangan di lapangan.
“Perencanaan tidak bisa disusun secara sepihak, harus lahir dari dialog dan pembacaan kondisi lapangan yang nyata,” tutur Roihan.
Pada awal periode kepengurusan, Roihan menjelaskan, fokus diarahkan pada penguatan fungsi Forum UKM sebagai ruang koordinasi dan advokasi antar-UKM. Ia merinci bahwa penataan administrasi, standardisasi alur koordinasi, serta forum silaturahmi antar-UKM menjadi prioritas guna memperkokoh fondasi organisasi.
“Kami ingin memastikan Forum tidak hanya menjadi forum formalitas, tetapi benar-benar menjadi simpul komunikasi antar-UKM dan jembatan yang efektif dengan pihak Kemahasiswaan,” tegas Roihan.
Dalam proses transisi, Roihan menyampaikan, kepengurusan baru melakukan diskusi bersama pengurus sebelumnya untuk memetakan capaian dan kendala yang masih berproses. Ia juga menjelaskan, penyusunan dokumen serah terima secara sistematis tengah dilakukan agar keberlanjutan data dan arsip organisasi tetap terjaga.
“Prinsipnya, keberlanjutan organisasi harus dijaga. Kepengurusan boleh berganti, tetapi nilai, pembelajaran, dan data organisasi harus tetap terawat,” jelas Roihan.
Sebagai agenda terdekat, Roihan menginformasikan, Forum UKM akan menggelar pertemuan koordinasi menyeluruh untuk menyamakan kalender kegiatan dan memetakan kebutuhan strategis masing-masing UKM. Selain itu, ia menambahkan, forum dialog bersama pihak Kemahasiswaan serta kegiatan Leadership Menengah bagi seluruh organisasi mahasiswa juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan perencanaan program kerja yang lebih sistematis.
Di akhir pernyataannya, Roihan berharap Forum UKM dapat menjadi ruang bersama yang terbuka dan partisipatif, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh UKM.
“Saya ingin Forum UKM tidak hanya hadir dalam struktur, tetapi terasa dalam praktik dan menjadi ruang bersama,” pungkasnya.
Reporter: Anugrah Indah Arani | Fotografer: Lulu Khoirun Nisa | Editor: Laila Nurrahma | Publisher: Geri Maulana Saputra
Dokumentasi:

