Dalam Rangka Merayakan Dies Natalis ke-69, UIN Jakarta Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif dan Jejaring Global
Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online – UIN Jakarta menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-69 ADIA/IAIN/UIN Jakarta dengan mengusung tema “Celebrating 69 Years of Promoting Inclusive and Global Higher Education in a Nurturing Eco-Technology Environment”. Kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan institusi dalam penguatan pendidikan tinggi Islam, inovasi, serta kontribusi bagi bangsa dan kemanusiaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepuddin Jahar, M.A., Ph.D., Sekretaris Senat, Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Din Wahid, M.A., dan jajaran guru besar serta mahasiswa.
Rangkaian acara dipandu oleh salah satu Duta UIN Jakarta 2025, MC (Master of Ceremony) Rafidah Azzahrah. Sidang Senat kemudian dibuka oleh Masri Mansoer, selaku sekretaris senat. Dalam sambutannya, Masri menekankan tiga pesan utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Pesan ini diantaranya ialah, pendidikan tinggi harus inklusif, pendidikan tinggi harus berorientasi global, dan pengembangan ilmu harus berlangsung dengan lingkungan akademik yg sehat dan adaptif terhadap perubahan,” ungkapnya pada Rabu (17/06/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa inklusivitas berarti memberikan ruang bagi keberagaman latar belakang, sementara orientasi global menuntut penguatan jejaring keilmuan internasional.
“Inklusif berarti kampus memberi ruang bagi keberagaman latar belakang sosial, ekonomi, budaya, disiplin ilmu, dan cara berpikir. Dan global berarti kampus tidak cukup hanya unggul di tingkat nasional tetapi juga harus punya keunggulan dan jejaring keilmuan di dunia internasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Rektor UIN Jakarta menyampaikan pidato Dies Natalis yang berisi refleksi perjalanan institusi serta arah pengembangan universitas ke depan. Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah capaian penting yang telah diraih oleh UIN Jakarta. Pemaparan capaian tersebut merupakan bagian dari laporan perkembangan institusi sekaligus bentuk transparansi dan refleksi atas kinerja universitas.
Pada sesi penutupan, Sekretaris Senat kembali menutup Sidang Senat Terbuka dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir.
“Semoga kehadiran kita menjadi spirit untuk lebih inovatif, inklusif, dan global dalam memajukan UIN Jakarta,” ujarnya sebelum mengetuk palu tiga kali sebagai tanda resmi penutupan.
Rektor beserta jajaran pimpinan kemudian mengunjungi pameran fotografi dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Kalacitra dan teman-teman Internship Pusat Informasi dan Humas (PIH) UIN Jakarta. Kegiatan ini menutup rangkaian Dies Natalis ke-69 UIN Jakarta.
Reporter: Arini Aisyah Putri Bambang | Editor: Rakhma Imamatul Ummah | Fotografer: Rahmawati Fitri | Publisher: Dini Azzahra
Dokumentasi:




