Dari Alam ke Dunia Profesional, Arkadia Bekali Mahasiswa Berbagai Keterampilan 
Dari Alam ke Dunia Profesional, Arkadia Bekali Mahasiswa Berbagai Keterampilan 

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Alam Arti Keagungan dan Keindahan Alam (KPA Arkadia) UIN Jakarta berdiri pada 2 Oktober 1989. UKM ini dipelopori oleh 13 aktivis kampus yang memiliki minat terhadap kegiatan alam bebas dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Ketua Umum Arkadia periode 2026, Muhammad Raihan, menjelaskan Arkadia bergerak di bidang kepencintaanalaman dengan fokus pada pengembangan organisasi, lingkungan hidup, kepetualangan, sosial budaya, serta relawan kemanusiaan.

Arkadia memiliki lima nilai utama yang disebut nilai ke-Arkadiaan, yaitu keorganisasian, lingkungan hidup, kepetualangan yang mencakup gunung hutan, panjat tebing, susur goa, arung jeram, dan selam, kemudian sosial budaya, serta relawan dan kemanusiaan. Lima nilai ini yang menjadi fondasi seluruh aktivitas organisasi. 

Raihan menjelaskan visi Arkadia selaras dengan visi UIN Jakarta yang menekankan integrasi Islam, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Ia menyebut anggota Arkadia tidak hanya mempelajari keterampilan lapangan, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam pelaksanaanya, Arkadia memiliki sistem kaderisasi berjenjang yang terdiri dari tahap 

Geber Latihan Dasar Koq (geladak), ekspedisi, dan spesialisasi. Tahapan ini dimulai dari pendaftaran dan pre-test, kemudian dilanjutkan dengan geladak materi serta geladak lapangan yang menguji kemampuan fisik, mental, dan pengetahuan calon anggota di alam terbuka. Setelah itu, calon anggota diwajibkan mengikuti ekspedisi dan mempresentasikan hasilnya dalam sidang presentasi ekspedisi.

Selanjutnya, anggota dapat mengikuti tahap spesialisasi sebagai pengembangan kemampuan lanjutan di bidang tertentu, seperti panjat tebing, arung jeram, selam, susur goa maupun gunung hutan. Tahapan kaderisasi ini diarahkan untuk membentuk kemampuan teknis sekaligus kemampuan organisasi anggota. 

“Sistem kaderisasi Arkadia diarahkan untuk membentuk keterampilan teknis dan kemampuan organisasi anggota. Selain kemampuan kepencintaanalaman, anggota juga dibekali kemampuan manajemen kegiatan, kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan,”  ujar Raihan saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Jumat (8/5).

Raihan menyebut keterampilan yang dipelajari anggota relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, terutama pada bidang lingkungan hidup, kebencanaan, dan pengelolaan proyek. Namun, ia mengakui terdapat tantangan dalam mempersiapkan anggota agar mampu menghubungkan pengalaman organisasi dengan kebutuhan profesional.

“Tantangan terbesar kami adalah menjembatani kompetensi kepencintaalaman dengan narasi yang relevan di dunia kerja. Banyak anggota belum menyadari bahwa pengalaman memimpin ekspedisi, mengelola logistik atau memberikan pertolongan pertama di lapangan merupakan portofolio yang bernilai di dunia profesional,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu alumni Arkadia, Rendi Yudha Priangga, alumni Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Ekstensi Multimedia angkatan 2010 yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Arkadia menjelaskan pengalaman selama aktif di Arkadia masih relevan dengan pekerjaannya saat ini. Saat ini, Rendi bekerja secara onsite di Batam Fabrication Yard, kawasan PT Mcdermott Indonesia, dalam proyek pembangunan workshop module rig lepas pantai hasil kerja sama PT Mcdermott dengan PT Tennet.

“Di dunia kerja kita harus bisa berkomunikasi dengan banyak orang dan lintas generasi. Pengalaman organisasi membuat saya lebih mudah beradaptasi, bekerja sama dalam tim, dan menyelesaikan masalah dengan lebih efektif,” ungkapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Jumat (15/5).

Rendi menyebut keterampilan teknis yang dipelajari di Arkadia, seperti kegiatan caving dan rock climbing, masih menjadi bekal dalam pekerjaan yang dijalaninya saat ini. Menurutnya, pengalaman mengikuti pelatihan dan latihan gabungan selama aktif di organisasi memberikan dasar kemampuan yang masih digunakan hingga sekarang.

Basic yang saya pelajari dan latih waktu di Arkadia alhamdulillah masih terpakai sampai sekarang di dunia kerja yang saya jalani,” tambahnya.

Reporter: Mustika Pertiwi |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby