Dari Choir ke Karier, PSM UIN Jakarta Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Profesional
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta berdiri pada tahun 1992 yang lahir dari gagasan Amdy Yanti Siregar, Asep Syarif Hidayatullah, Imam Ghazali Budiharjo, Iwan Buana Fr, Siti Khodijah, dan Theppy Rokonsha. Alasan para pendiri membentuk UKM ini karena melihat perlunya ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi berkesenian, khususnya di bidang musik dan paduan suara.
Ketua PSM UIN Jakarta periode tahun 2026, yakni Alf Zulfa Nur Malikah menjelaskan bahwa PSM memiliki visi untuk menjadi organisasi yang solid, berprestasi, dan berdaya saing tinggi dengan menjunjung nilai kebersamaan, kedisiplinan, serta semangat kompetisi. Zulfa mengatakan, berbagai kegiatan seperti konser tahunan, kompetisi tingkat nasional dan internasional, serta resital rutin menjadi sarana bagi anggota untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
“PSM UIN Jakarta hadir sebagai ruang aman dan nyaman dalam mempersiapkan para anggota untuk siap menghadapi dunia kerja melalui event-event yang diselenggarakannya,” ujar zulfa saat diwawancarai, Minggu (31/6).
Selama hampir 35 tahun berdiri, PSM UIN Jakarta telah meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya adalah Gold Medal kategori Folklore pada Macau International Choir Festival 2019, Silver Medal Kategori Mixed Choir dan Folklore pada Penabur International Choir Festival 2024, serta dua Gold Medal pada Thailand International Choral Festival (Thai-ICF) 2025 untuk kategori Folksong dan Mixed Adult Choir.
Selain berfokus pada peningkatan kemampuan vokal, Zulfa menambahkan, PSM juga mengembangakan keterampilan anggota dalam membaca partitur, memahami teori musik, hingga memainkan alat musik. Zulfa menyebutkan bahwa salah satu program unggulan PSM adalah keikutsertaan dalam kompetisi nasional dan internasional yang diselenggarakan hampir setiap tahun.
“Salah satu program unggulan PSM UIN Jakarta adalah mengikuti konser tahunan yang menjadi ajang unjuk bakat dan persiapan menuju kompetisi tersebut,” katanya.
Selain itu, Zulfa juga mengatakan,dukungan kampus terhadap kegiatan PSM diwujudkan melalui pelatihan kepemimpinan, publikasi kegiatan melalui media sosial resmi kampus, serta penyediaan anggaran operasional melalui bidang kemahasiswaan. Di sisi lain, PSM juga membekali anggota dengan kemampuan musik dan manajerial melalui program orientasi Trapara (Training Paduan Suara).
Lebih lanjut, Zulfa menjelaskan bahwa anggota tidak hanya memperoleh pembelajaran terkait teori musik dan conducting, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengelola kegiatan melalui sistem rotasi kepanitian dan pimpinan produksi.
“UKM secara konsisten menerapkan sistem perputaran posisi pada setiap pembagian divisi kepanitian dan Pimpinan Produksi (Pimpro) di setiap kegiatan, sebuah strategi yang terbukti efektif untuk memicu keluar dan berkembangnya potensi serta kapabilitas unik dari setiap individu,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu alumni PSM UIN Jakarta, Bayu Agustian, yang akrab disapa Gupa di UKM PSM, mengungkapkan bahwa pengalaman selama berorganisasi memberikan manfaat yang tidak diperoleh melalui kegiatan perkuliahan semata. Alumni Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta angkatan 2011 yang lulus pada 2016 itu pernah menjabat sebagai Dewan Artistik, serta Asisten Conductor selama aktif di PSM UIN Jakarta
Gupa menjelaskan pengalaman organisasi memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan dunia kerja karena mahasiswa untuk berlatih berkomunikasi, bernegosiasi, mengatur waktu, dan memecahkan masalah secara langsung.
“Pengalaman organisasi itu penting banget di dunia kerja saat ini. Jadi saat kita berorganisasi dan serius, kita belajar semuanya dan saat masuk dunia kerja kita sudah tidak kaget,” ujar Puga.
Gupa kini berkarir sebagai guru musik, guru vokal, dan pelatih paduan suara. Menurutnya, keterampilan dasar yang diperoleh selama aktif di PSM menjadi bekal penting yang mendukung pekerjaannya saat ini.
“Pengalaman dan kemampuan saat saya masih aktif di UKM itu sungguh sangat membantu untuk karir saya saat ini menjadi guru musik, guru vokal dan guru paduan suara,” pungkasnya.
Reporter : Dela Varisa Editor : Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
