Dari Dakwah Kampus ke Dunia Profesional, LDK Syahid Bekali Mahasiswa dengan Soft Skill
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang resmi berdiri pada 28 Mei 1996 bertepatan dengan 10 Muharram 1417 H. LDK Syahid lahir melalui inisiatif mahasiswa lintas fakultas di IAIN Jakarta dengan dukungan Senat Mahasiswa Institut (SMI) pada masa itu. Sebanyak 20 mahasiswa dari lima fakultas dilantik sebagai pengurus pertama periode 1996-1997 dengan Deka Kurniawan sebagai ketua pertama.
Muhammad Syauqi Mubarak sebagai Ketua Umum LDK Syahid tahun 2026, menjelaskan,LDK Syahid berfokus membangun karakter mahasiswa Muslim agar mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengatakan visi LDK Syahid selaras dengan visi kampus dalam menciptakan mahasiswa sebagai penggerak utama terwujudnya kampus madani melalui berbagai kegiatan islami.
“Fokus LDK Syahid adalah membentuk mahasiswa Muslim yang menerapkan nilai-nilai Islam untuk mewujudkan kampus madani. Dengan visi menciptakan insan dakwah yang kuat secara spiritualitas, intelektualitas, dan solidaritas dengan etos profesionalisme menuju kampus yang islami dan khairu ummah,” ujar Syauqi saat diwawancarai, Jumat (29/5/26).
Lebih lanjut, Syauqi menjelaskan, LDK Syahid tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga memberikan pelatihan pengembangan diri untuk menunjang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Program tersebut dijalankan melalui bidang Pengembangan Akademik, Bakat, dan Keilmuan (PABK) yang menghadirkan seminar alumni, informasi beasiswa, hingga pelatihan soft skill.
“Kami memiliki beberapa program yang membantu para mahasiswa untuk dapat berkarir di kehidupan pasca kampusnya, mulai dari seminar alumni, penyaluran informasi beasiswa S2, hingga pelatihan soft skill,”lanjutnya.
Selain itu, LDK Syahid juga menjalankan sejumlah program unggulan seperti Kelas Minat Bakat (KMB), Da’i Leadership Academy (DLA), Syahid Skill Development (SSD), hingga Islamic Movement Festival yang rutin menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai narasumber. Tidak hanya itu, Pada tahun ini, LDK Syahid juga mendapat amanah sebagai Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (Puskomnas FSLDK).
Disisi lain, alumni LDK Syahid, Adams Pratama Yanuar, menilai pengalaman organisasi memiliki relevansi besar terhadap kebutuhan dunia kerja saat ini. Alumni Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional angkatan 2018 yang kini bekerja sebagai Learning and Development Consultant, mengaku banyak memperoleh keterampilan non akademik selama aktif berorganisasi.
Menurut Adams, kemampuan seperti problem solving, critical thinking, teamwork, dan komunikasi justru lebih banyak didapatkan melalui organisasi dibandingkan di ruang perkuliahan. Ia juga menjelaskan pengalaman memimpin ribuan anggota di LDK Syahid membantunya dalam pekerjaan saat ini yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia.
“Dulu gua punya anggota sekitar 2.000 orang dan harus handle mereka semua. Dari sana gua belajar bagaimana jadi leader yang baik, management tim, sampai develop anggota. Sekarang gua dipercaya handle project bootcamp 170 ribuan orang,” kataya.
Di Akhir wawancara, Adams mengatakan bahwa pengalaman organisasi yang diperolehnya selama aktif di LDK Syahid memiliki keterkaitan dengan profesinya saat ini dibidang pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan. Ia menjelaskan keterlibatanya dalam bidang kaderisasi organisasi menjadi bekal dalam pekerjaan yang dijalaninya sekarang.
“Sejalan banget sih, dulu gua di UKM LDK Syahid juga sering jadi tim kaderisasi atau human capital. Nah sekarang, gue kerja di bidang konsultan pengembangan SDM dan pendidikan. Jadi relevan banget sih dan nyambung dengan pengalaman gua di UKM sebelumnya,” pungkasnya.
Reporter: Dela Varisa |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
