Dari Hobi Membaca hingga Pimpin UKM LPM: Perjalanan Ahmad Zaidan di Pers Mahasiswa
Gedung Kemahasiswaan, Kisah Inspiratif Mahasiswa - Ahmad Zaidan Hafidz, mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2024, kini menjabat sebagai Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut. Dirinya memimpin UKM LPM setelah melalui proses kaderisasi dan dinamika organisasi di lingkungan pers kampus.
Zaidan mengungkapkan, ketertarikannya pada dunia literasi dimulai sejak awal perkuliahan. Hal itu menjadikannya aktif mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan jurnalistik melalui LPM Institut. Ia juga mengatakan keputusannya bergabung LPM berasal dari keinginan mencari ruang alternatif untuk berkembang di luar akademik. Menurutnya LPM menjadi wadah yang tepat untuk menyalurkan minat membaca sekaligus mengasah kemampuan menulis.
“Saat semester satu, saya mencari organisasi alternatif selain HMPS, DEMA, dan SEMA. Saya melihat ada hal menarik yang bisa dikembangkan melalui LPM. Hobi saya membaca dan dari membaca saya ingin menulis,” ujarnya pada Rabu (23/4/2026).
Selama bergabung di LPM, Zaidan merasakan berbagai manfaat, mulai dari peningkatan kemampuan literasi hingga pemahaman terhadap dinamika kampus. Ia menilai pengalaman tersebut tidak hanya membentuk keterampilan jurnalistik, tetapi juga cara pandang terhadap kehidupan.
“Masuk LPM itu bukan sekadar menjadi jurnalis, tapi tentang hidup. Saya menulis, berpikir, membaca. Saya menganut slogan ‘aku menulis maka aku ada’,” katanya.
Dalam proses pembelajaran, LPM menerapkan sistem kaderisasi berjenjang selama 1 hingga 2 tahun, dimulai dari pengenalan dasar jurnalistik, jurnalistik tingkat lanjut hingga praktik liputan. Kegiatan rutin seperti diskusi mingguan dan rapat redaksi menjadi ruang penguatan kapasitas anggota.
“Setiap Rabu ada diskusi isu kampus dan nasional. Jumat rapat redaksi untuk menentukan liputan. Kami juga belajar jurnalisme data, indeks, hingga layout,” jelasnya.
Menurut Zaidan, Pers Mahasiswa (Persma) memiliki peran penting sebagai bagian dari pengabdian dalam tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam fungsi kontrol sosial. Ia menilai persma harus mampu menjadi penghubung informasi antara kampus dan mahasiswa.
“Persma itu watchdog bagi kekuasaan. Kami memberitakan, memverifikasi, dan membantu mahasiswa mendapatkan informasi yang benar,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan pers mahasiswa dengan media profesional, terutama dari sisi legalitas dan standar kerja. Meski demikian, ia menilai persma memiliki kekuatan sebagai media alternatif yang mampu menyajikan isu secara lebih mendalam.
“Persma masih dalam tahap belajar dan berkembang, berbeda dengan media arus utama yang sudah memiliki standar jelas,” ungkapnya.
Menurutnya, LPM tetap berupaya menjaga sikap kritis sekaligus konstruktif terhadap kampus. Sejumlah pemberitaan yang diangkat bahkan mendorong perbaikan fasilitas.
“Kami pernah mengangkat isu fasilitas kampus, seperti trotoar dan kondisi kelas. Beberapa sudah diperbaiki, itu membuat kami senang karena kritik kami direalisasikan,” katanya.
Sebagai ketua, Zaidan mengakui perjalanannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari alumni hingga teman kepengurusannya. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi di era digital dengan mengembangkan konten visual dan audiovisual melalui media sosial serta pembaruan website organisasi.
Lebih lanjut, Zaidan menyatakan, sistem redaksi yang terstruktur menjadi kunci dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Ia berharap LPM dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan kampus, terutama dalam meningkatkan minat baca dan kesadaran terhadap informasi.
“Kami fokus pada akurasi (kualitas) dibanding kuantitas. Apalah arti kuantitas kalau kualitas tidak ada. Semoga lebih banyak mahasiswa membaca dan berkembang melalui karya jurnalistik, serta kampus dan mahasiswa bisa terus bersinergi menghasilkan karya terbaik,” harapnya.
Reporter : Syahru Alfin Arsyada |Editor : Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
