Dari Keterampilan Musikal hingga Manajemen Acara, UKM RIAK Bekali Anggota Hadapi Dunia Profesional
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Musik Mahasiswa Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan (KMM RIAK) UIN Jakarta didirikan pada 23 November 1998. UKM ini bergerak di bidang musik dan pengembangan kreativitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan musikal dan organisasi.
Ketua Umum UKM KMM Riak periode 2026, Miki Yanuardi, menjelaskan RIAK terbuka bagi seluruh mahasiswa, baik yang telah memiliki kemampuan bermusik maupun pemula yang ingin belajar dan berkembang. Komitmen dan kemauan untuk berproses menjadi hal utama dalam pengembangan anggota di RIAK.
Miki menjelaskan proses kaderisasi di RIAK dilakukan melalui berbagai program seperti latihan rutin, mentoring antar anggota, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan produksi dan penyelenggara acara.
“Selain kemampuan musikal, anggota juga mempelajari aspek teknis seperti pengelolaan sound system dan proses recording studio,” ujar Miki saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Selasa (5/5).
Dalam pelaksanaannya, RIAK memiliki sejumlah divisi yang dinilai menyerupai struktur dalam industri musik dan event, seperti divisi studio, Event Organizer (EO), hubungan masyarakat, laboratorium musik, progeni. Menurut Miki, pembagian divisi tersebut membuat anggota tidak hanya belajar tampil di atas panggung, tetapi juga memahami proses kerja di balik layar.
“RIAK bisa dibilang seperti miniatur industri karena anggota tidak hanya belajar musik, tetapi juga manajemen acara, publikasi, pengelolaan sumber daya manusia, hingga administrasi organisasi,” pungkasnya.
Tak hanya itu, sejumlah prestasi pernah diraih oleh RIAK, di antaranya produksi album, partisipasi dan kemenangan dalam perlombaan musik tingkat kampus, hingga penyelenggaraan acara Ledak RIAK di Bangkok.
Salah satu alumni RIAK, Edi Hardian, alumni Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) yang lulus pada 2010 dan pernah menjabat sebagai ketua umum RIAK, menjelaskan keterkaitannya bergabung ke RIAK berawal dari melihat penampilan anggota RIAK dalam kegiatan Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa) di Auditorium Harun Nasution saat ia menjadi mahasiswa baru.
Saat ini, Edi bekerja sebagai Direktur Utama PT DG Entertainment dan sebelumnya pernah berkarier di MNC serta Radio Zona FM. Menurutnya, pengalaman organisasi di RIAK memberikan banyak keterampilan yang masih relevan dengan pekerjaannya saat ini.
“Di RIAK saya belajar banyak hal selain musik, seperti leadership, manajerial, organisasi, serta bisnis yang ternyata sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dan industri hiburan,” ungkap Edi saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Jumat (15/5).
Edi menjelaskan pengalaman mengelola organisasi di RIAK memiliki kesamaan dengan pengelolaan bisnis di dunia profesional. Ia juga menilai RIAK relevan dengan kebutuhan industri saat ini, terutama bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang industri kreatif dan hiburan.
“Menurut saya RIAK sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, asalkan para anggota dan pengurus mau terus menggali dan mengembangkan kemampuan yang ada di dalam organisasi,” tutupnya.
Reporter: Mustika Pertiwi Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
