DEMA UIN Jakarta Hadiri Rakorwil PTKIN Jawa–Nusa Tenggara, Soroti Transparansi UKT hingga Isu Nasional
Tulungagung, Berita Kemahasiswaan Online - Sebanyak lima delegasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DEMA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Nusa Tenggara 2026. Pertemuan strategis yang melibatkan perwakilan 16 kampus ini diselenggarakan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada 1 hingga 4 April 2026.
Ketua DEMA UIN Jakarta, Achmad Hafizh, menyampaikan bahwa Rakorwil ini digelar untuk menyelaraskan cara pandang sekaligus memperkuat kolaborasi antar-kampus PTKIN di tingkat regional.
“Tujuan utama Rakorwil ini adalah menyatukan persepsi dan gagasan di setiap kampus PTKIN, agar kita memiliki arah gerak yang jelas dan terukur dalam sektor kemahasiswaan, khususnya di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara,” ujar Hafizh saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
Selain menjadi ajang konsolidasi, forum pertemuan selama empat hari ini juga membedah berbagai isu krusial. Para delegasi tidak hanya membahas persoalan sosial, ekonomi, dan politik di tingkat nasional, tetapi juga menyoroti problematika internal di lingkungan perguruan tinggi.
Hafizh memaparkan, masalah transparansi anggaran kampus menjadi salah satu fokus utama yang disuarakan oleh para mahasiswa.
“Banyak isu yang kami bicarakan, termasuk transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan keterbatasan fasilitas kampus yang dinilai tidak sebanding. Kami juga menyoroti birokrasi kampus yang masih berbelit-belit, dugaan tindakan represif aparat terhadap pergerakan mahasiswa, serta isu kesejahteraan mahasiswa PTKIN secara umum,” jelasnya.
Melalui konsolidasi ini, delegasi UIN Jakarta berharap Rakorwil dapat menjadi titik tolak yang signifikan bagi pergerakan mahasiswa Islam negeri. Di luar agenda sidang dan diskusi, kegiatan ini juga ditutup dengan agenda kunjungan budaya untuk mempererat ikatan kekeluargaan antar-delegasi sebelum kembali ke daerah masing-masing.
“Pertemuan ini harus dimanfaatkan sebagai momentum penting. Ini adalah langkah awal untuk mengaktifkan kembali dan menjaga keberlanjutan forum DEMA PTKIN di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara,” pungkas Hafizh.
Reporter: Dinda Maulida | Editor: Laila Nurrahma | Publisher: Geri Maulana Saputra
