FORMABI UIN Jakarta Gelar ORMASI 2025 Dihadiri 400 Mahasiswa Penerima KIP-K
FORMABI UIN Jakarta Gelar ORMASI 2025 Dihadiri 400 Mahasiswa Penerima KIP-K

Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswan Online - Forum Mahasiswa Bidikmisi (FORMABI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa (ORMASI) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dengan mengusung tema “Empowered by Culture, United by Knowledge”. Kegiatan itu berlangsung pada Jumat, (17/10/25) di Gedung Auditorium Harun Nasution.

Kegiatan ORMASI tahun 2025 diikuti oleh 400 mahasiswa penerima beasiswa KIP-K dari berbagai fakultas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., Tenaga Ahli Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Andi Salman. Manggalang, SH., M.H., dan Public Speaker, Youth & Enviromental Activist, Fahrul Riansyah Efendi.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep, dalam sambutannya menyampaikan, beasiswa merupakan hak anak bangsa yang wajib diberikan negara untuk menjamin keberlangsungan pendidikan. Ia mengingatkan, para penerima KIP agar tidak memandang beasiswa hanya sebagai bantuan finansial, tetapi sebagai amanah yang harus dijaga. 

Prof. Asep menambahkan, pada masa lampau, kesempatan mendapatkan beasiswa sangat terbatas. Sekarang, pemerintah dan masyarakat menunjukkan perhatian besar terhadap pendidikan melalui berbagai program. 

“Jadi, kalau mahasiswa lain belajar dengan kecepatan 60 km/jam, kalian harus 80 atau bahkan 100 km/jam,” ujarnya,  Jumat, (17/10/25).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN  Jakarta, Prof. Ali Munhanif, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada 400 mahasiswa dari total 1.400 pendaftar yang berhasil lolos seleksi program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2025. Ia menjelaskan, proses seleksi tahun ini dilakukan dengan sistem yang lebih ketat dan transparan.

“Tahun 2025 kita menerapkan sistem seleksi berjenjang. Setelah verifikasi berkas dan administrasi, calon penerima diwawancarai di fakultas masing-masing, dikoordinasikan oleh wakil dekan bidang kemahasiswaan. Proses ini juga kita dukung melalui sistem digital e-Semesta agar hasil seleksi lebih kredibel,” terangnya. Jumat, (17/10/25).

Prof. Ali menambahkan, seleksi penerima KIP tidak hanya mencakup mahasiswa jalur mandiri, tetapi juga mereka yang diterima melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Ia berharap para penerima KIP dapat memanfaatkan beasiswa dengan sebaik-baiknya, menjaga prestasi, serta tetap aktif di berbagai kegiatan kampus.

“Gunakan dana beasiswa ini untuk mendukung pengembangan diri. Jadilah mahasiswa yang berprestasi dan berkontribusi aktif di UKM, Ormawa, atau organisasi minat lainnya,” pesannya.

Ketua Umum FORMABI 2025, Muhammad Fardin Abiyyu, menegaskan, kegiatan ORMASI adalah langkah awal bagi mahasiswa penerima KIP untuk menata masa depan. Ia melanjutkan, 400 penerima KIP merupakan mahasiswa terpilih yang berasal dari berbagai daerah dan latar sosial yang beragam, namun memiliki semangat yang sama untuk terus berjuang dalam menempuh pendidikan tinggi.

“Semoga dari kegiatan ORMASI, teman-teman tidak hanya mengambil manfaat bagi diri sendiri, tapi juga mampu menerapkannya untuk masyarakat. Kalian adalah bukti bahwa hambatan bukanlah alasan untuk berhenti mengejar mimpi,” pungkasnya,  Jumat, (17/10/25).

Foto Dokumentasi: 

ORMASI20251

ORMASI20252

ORMASI20253

ORMASI20255

ORMASI20256

ORMASI20258

ORMASI20259

ORMASI202510

Reporter: Anugrah Indah Arani | Fotografer: Zahra Athiyyah | Editor: De Karl Azzahra