Forum Relawan UIN Jakarta Sigap Tangani Korban Tabrakan KA Bekasi Timur
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Kecelakaan antara Commuter Line Cikarang (5558A) dan KA Agro Bromo Anggrek terjadi pada 27 April 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah korban dan proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan di lokasi kejadian. Forum Relawan UIN Jakarta turut menerjunkan tim relawan untuk membantu penanganan korban dan mendukung proses evakuasi.
Ketua Forum Relawan UIN Jakarta, Rizal Fathul Insani mengatakan tim diterjunkan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kondisi di lapangan yang membutuhkan bantuan tambahan, khususnya tenaga medis dan perlengkapan kesehatan. Ia menyebut koordinasi dilakukan antara forum relawan dengan tim yang lebih dahulu berada di lokasi untuk mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan mendesak selama proses penanganan berlangsung.
“Tergeraknya kami untuk turun ke lokasi kejadian adalah dengan prihatin kami dengan situasi di lapangan. Jumlah korban yang tidak sedikit dan situasi yang kacau dirasa perlu untuk kami mengirim bantuan tim medis untuk memudahkan evakuasi di lapangan,” ujar Rizal, Rabu (06/5/26).
Rizal menjelaskan bahwa koordinasi pertama yang dilakukan sebelum keberangkatan relawan melalui komunikasi internal menggunakan WhatsApp. Proses tersebut mencakup pendataan personel yang siap diterjunkan serta komunikasi dengan pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Rizal menyatakan, Forum Relawan UIN Jakarta mengirimkan bantuan berupa tenaga medis, peralatan kesehatan, dan obat-obatan untuk mendukung penanganan korban maupun relawan yang bertugas di lapangan. Setelah proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi disebut mulai berangsur kondusif. Seluruh relawan yang diterjunkan dilaporkan kembali ke kampus dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah, situasi perlahan mulai kondusif, dan relawan pun kembali ke kampus tanpa ada kekurangan apapun,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, ia pun menjelaskan kendala yang dihadapi dalam proses mobilisasi menuju lokasi kejadian, relawan menghadapi kendala akses transportasi darurat. Kondisi tersebut membuat sebagian tim menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi daring untuk mencapai lokasi.
“Sulitnya akses transportasi darurat untuk tim kami menuju lokasi, sehingga tim kami terpaksa menggunakan transportasi pribadi dan online,” katanya.
Salah satu anggota relawan yang turun langsung ke lokasi, yakni Tsamura Fuada mengatakan kondisi di sekitar area kejadian masih dalam situasi ricuh ketika tim tiba. Relawan kemudian melakukan koordinasi dengan posko utama untuk pembagian tugas penanganan di lapangan. Tim relawan turut membantu penenangan korban dan pengamanan proses evakuasi.
“Tindakan kita pertama kali ialah langsung berkoordinasi dengan posko dan melakukan penenangan korban serta pengamanan tim evakuasi,” ujar Tsamura, Senin (04/5/26).
Menurut Tsamura, sebagian besar korban telah dievakuasi ketika tim mulai bertugas. Bantuan yang diberikan di antaranya penyediaan oksigen, cairan infus, dan pendampingan terhadap korban selamat yang mengalami kepanikan. Dalam proses evakuasi, Tsamura menyebut ketersediaan tabung oksigen menjadi salah satu kendala di lapangan. Beberapa korban yang terjepit harus menunggu hingga tabung oksigen kembali tersedia.
“Setiap ditemukanya korban terjepit terkadang tabung oksigen sedang habis/sedang di isi ulang. Yang menyebabkan beberapa korban harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bantuan oksigen,” katanya.
Tsamura juga mengatakan bahwa kebutuhan korban selamat tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis, tetapi juga dukungan psikologis akibat peristiwa yang dialami. Sementara itu, korban yang terjepit dalam waktu lama disebut membutuhkan cairan infus untuk mengurangi risiko dehidrasi selama proses evakuasi berlangsung.
“Korban selamat membutuhkan psychological first aid akibat kepanikan pasca kejadian, sementara korban yang terjepit lama memerlukan cairan infus untuk mencegah dehidrasi,” pungkasnya.
Reporter: Dela Varisa |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi:





