"Gelar Bukan Alasan Merasa Lebih Tinggi": Pesan Perwakilan Wisudawan terbaik di Wisuda ke-141
Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online — Dewi Sekar Chandrawati, wisudawan terbaik Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dari Program Studi Hukum Tata Negara, menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-141 UIN Jakarta hari ke-4, Minggu (13/9/2026). Ia berhasil meraih IPK 3,99 dengan predikat cumlaude.
Dewi membuka sambutannya dengan bersyukur karena perjalanan panjang yang pernah terasa berat akhirnya membawa para wisudawan pada hari yang membahagiakan. Ia juga mengingatkan bahwa ilmu yang paling indah adalah ilmu yang membawa kebermanfaatan.
Dalam sambutannya, Dewi mengaku sempat ragu kuliah di UIN Jakarta karena latar belakang pondok pesantren. Ia bahkan berpikir untuk mondok saja seperti harapan ayahnya. Pikiran itu terus terngiang karena lingkungan perkuliahan yang dinilainya lebih bebas dibanding pesantren.
"Kalau saja aku mengiyakan kebingunganku saat itu, mungkin hari ini aku tidak berdiri di podium ini," ujarnya.
Ia bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya, yang tidak pernah lelah mendukung pendidikannya. Menurutnya, sebagai perempuan, ia mungkin tidak akan difasilitasi mengenyam pendidikan tinggi jika bukan karena dukungan orang tuanya.
Dewi juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan tenaga pengajar UIN Jakarta yang telah mendampingi proses pembelajaran. Ia menyebut mereka tidak pernah lelah meluangkan waktu agar mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya pandai berpikir dan bercakap, tetapi juga berintegritas, berakhlakul karimah, dan memiliki hati nurani.
Kepada teman-teman seperjuangannya, Dewi mengucapkan selamat. Ia mengingatkan bahwa hari wisuda bukan sekadar merayakan gelar, melainkan merayakan perjalanan panjang yang membawa mereka pada lembaran baru kehidupan.
"Ada di antara kita yang merasa perjalanan kuliah berjalan lancar. Namun sebagian mungkin pernah cemas memikirkan bagaimana membayar UKT semester depan," tuturnya.
Ia juga memohon maaf atas segala tutur kata yang kurang berkenan, sikap yang mungkin mengecewakan, serta kesalahan dan kekhilafan selama menempuh pendidikan di kampus tercinta.
"Semoga gelar yang kita terima bukan menjadi alasan merasa lebih tinggi, melainkan pengingat akan tanggung jawab besar setelahnya. Semoga kita menjadi orang berilmu yang memberi kebermanfaatan, berintegritas tanpa kehilangan keteguhan, dan berdampak tanpa kehilangan kepedulian," pungkasnya.
Dewi menutup sambutannya dengan kalimat “Nakhruju bil-'ilmi, wa namḍī bil-'azmi, wa nakhdumu bil-qalbi,” yang berarti “keluar dengan ilmu, melangkah dengan tekad, dan mengabdi dengan hati.”
Reporter: Hafidz Wahyu Riyadi | Fotografer: Muhammad Zaky Al Fatih | Publisher: Dini Azzahra
Penanggung Jawab: Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D
Producer Advisor: Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Samsudin, S.Kom, Muhammad Adam Camubar, S.E., Sisca Nofianti, SEI
Dokumentasi:

