Gelar Workshop Kedua, Intern Kemahasiswaan UIN Jakarta Bedah Formula Sukses Bikin Event
Aula Madya, Berita Kemahasiswaan Online – Bagian Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan rangkaian workshop kedua untuk para anggota Internship Kemahasiswaan (16/07/2026). Kegiatan ini didesain khusus untuk membekali para peserta dengan kompetensi manajerial strategis dalam mengelola sebuah acara (event management).
Workshop kali ini mengusung tema besar "Where Ideas Meet Execution: Shaping Future Event Leaders Through Strategy, Collaboration, and Innovation". Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan M. Farhan Rahmawan, S.Sos., seorang praktisi kepemimpinan organisasi sekaligus mantan Project Manager Internship Kemahasiswaan, yang secara gamblang membagikan pengalamannya dalam mengeksekusi berbagai program kerja berskala besar.
Pamong Kemahasiswaan, Adam Camubar S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta magang yang tetap menunjukkan semangat luar biasa. Menurutnya, bulan ini merupakan momentum yang sangat padat dan menantang bagi seluruh unit di kemahasiswaan.
"Tetap semangat melanjutkan workshop yang kedua. Hari ini adalah hari yang membanggakan karena materi yang dibawakan sangat sesuai dengan bidang rekan-rekan sekalian. Manfaatkan waktu transfer knowledge dengan pemateri ini secara maksimal agar menghasilkan kualitas kawan-kawan serta luaran konten-konten terbaik," ujarnya memberikan suntikan semangat.
Beliau juga berpesan agar seluruh tim magang mempererat kekompakan serta menjaga ritme kerja agar tetap solid demi tercapainya target program yang optimal.
Dalam pemaparannya, M. Farhan Rahmawan menekankan tiga pilar utama dalam manajemen acara, yakni: Build (membangun sistem/fondasi), Lead (memimpin tim dengan empati), dan Execute (mengeksekusi rencana secara presisi). Farhan menjelaskan bahwa seorang manajer acara yang andal wajib memahami ruang lingkup pekerjaan (scope of work) dari setiap divisi yang dipimpinnya agar roda organisasi dapat berjalan selaras.
Guna mempermudah perencanaan, para peserta dibekali alat analisis taktis berupa framework 5W + 2H (Who, What, When, Where, Why + How & How Much). Melalui kerangka kerja ini, setiap detail acara, mulai dari urgensi acara, target audiens, lini masa, alokasi anggaran, hingga metode eksekusi teknis dapat dipetakan secara akurat untuk meminimalisasi kegagalan sistemik.
Tidak hanya itu, peserta juga dibekali materi mengenai manajemen risiko (Risk, Impact, & Mitigation) agar mampu mengidentifikasi potensi kendala sebelum terjadi dan merancang skenario alternatif penanganan yang cepat dan tanggap.
Sebagai penutup materi, workshop ini juga menekankan reposisi peran seorang pemimpin dalam organisasi masa kini. Disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam pengelolaan sebuah kegiatan harus berbasis pada pelayanan (servant leadership).
"Ketua hadir bukan untuk dilayani, melainkan ketua hadir untuk membantu dan mempermudah kerja kawan-kawan anggotanya," tegas pemateri.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan pemetaan rencana aksi kerja kelompok. Dengan terselenggaranya pelatihan intensif ini, diharapkan para peserta Internship Kemahasiswaan UIN Jakarta tidak hanya cakap melahirkan ide kreatif, namun juga tangguh dalam eksekusi di lapangan sebagai calon pemimpin masa depan.
Reporter: Rahadi Rahmaddianto | Editor: Rakhma Imamatul | Fotografer: Rahmawati Fitri | Publisher: Dini Azzahra
Dokumentasi:









