Global Village Summer Peak 2026: AIESEC UIN Jakarta Gelar Festival Budaya Internasional
Gedung Kesenian Bulungan, Berita Kemahasiswaan Online — AIESEC UIN Jakarta menggelar Global Village Summer Peak 2026 di Gedung Kesenian Bulungan, Sabtu (15/8/2026). Festival budaya internasional ini mengusung tema "Open Horizons: Global Exposure for Future Entrepreneur" dan diikuti oleh sekitar 160 pengunjung umum serta 20 peserta internasional dari berbagai negara.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Karina Azzahra, Fakhril Ramadhan dari United Nations Association Indonesia (UNAI), serta Dr. Djaka Badranaya, M.E. selaku Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Incoming Global Volunteer AIESEC, yang menghadirkan mahasiswa internasional ke Indonesia untuk mengikuti program sukarelawan selama 3 hingga 6 minggu. Global Village menjadi satu-satunya sesi yang terbuka untuk publik.
"Global Village kami buka untuk umum agar masyarakat bisa merasakan pertukaran budaya dan membuka wawasan global," ujar Karina.
Peserta dan Negara
Lima sukarelawan internasional dari AIESEC berasal dari empat negara: Kazakhstan, Polandia, China, dan Pakistan. Selain itu, mahasiswa internasional dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Thailand Selatan, dan Yaman turut berpartisipasi.
Pembicara dan Materi
Fakhril Ramadhan dari UNAI menyampaikan bahwa banyak anak muda gagal melihat peluang karena terbiasa menunggu izin untuk bertindak.
"Being invited into the room is not the same thing as being heard in it,” ujarnya.
Dr. Djaka Badranaya memaparkan potensi ekonomi Tangsel dengan PDRB Rp119 triliun dan 145.000 UMKM.
"Tangsel itu 119 triliun. Anggaran pemerintah only 5 triliun. Artinya Tangsel patut didefinisikan kota dengan private sector share yang sangat besar," ujarnya.
Adrian Putra Rayana, Project Manager Russian House in Indonesia, menyampaikan bahwa pemerintah Rusia membuka akses pendidikan bagi pelajar Indonesia melalui program beasiswa.
"Every year, Russian government gives around 300 quotas to Indonesian students to study in Russia," pungkasnya.
Sementara itu, Yehezkiel, Co-Founder Raya Craft, membagikan fakta menarik tentang potensi sumber daya alam Indonesia. Menurutnya, Indonesia menyuplai sebagian besar kebutuhan rotan dunia.
"Dari semua produk rotan di dunia, 80% materialnya berasal dari Indonesia," ujarnya.
Penampilan Budaya
Acara juga menampilkan pertunjukan tari tradisional. Perwakilan dari China, Kazakhstan, Pakistan, Thailand, dan Polandia turut menampilkan pertunjukan khas negara masing-masing.
Sharing Session Global Volunteer
Sesi "Unlocking New Pathways For Global Exposure" diisi oleh Intan Nurluqyana Mahaputri dan Fadya Kayla, yang berbagi pengalaman tentang program pertukaran pemuda Global Volunteer AIESEC.
"Global Volunteer memberikan aku kesempatan untuk bisa melihat dunia, melihat Thailand, melihat Indonesia dari kacamata luar," ujar Intan.
Workshop Anyaman Bambu
Peserta juga mengikuti workshop anyaman bambu yang dipandu oleh Yehezkiel dan istrinya, Herlina, dari Raya Craft. Dalam sesi ini, peserta belajar langsung teknik menganyam dari para pengrajin yang telah berpengalaman.
Menjelajahi Booth
Dalam rangkaian acara terakhir, para peserta diberikan kesempatan untuk mengunjungi dan menjelajahi booth-booth yang ada. Mulai dari pameran budaya internasional, makanan khas, dan juga dapat berinteraksi secara langsung bersama mahasiswa internasional. Selain itu juga ada permainan dan pameran kerajinan anyaman.
Karina berharap acara ini dapat membuka wawasan global mahasiswa, terutama dalam kewirausahaan, sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
"Harapannya mahasiswa bisa menjadi entrepreneur dengan mindset global," pungkasnya.
Reporter: Hafidz Wahyu Riyadi | Fotografer: Aisyatun Najihah | Publisher: Naila Yustiara
Penanggung Jawab : Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D
Producer Advisor : Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Samsudin, S.Kom, Muhammad Adam Camubar, S.E., Sisca Nofianti, SEI
Dokumentasi:



