Hadapi 7,9 Juta Pengangguran, Alumni UIN Jakarta Syukri Rahmatullah Bekali Wisudawan Mentalitas Tumbuh 1 Persen dan Integritas
Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online – Memasuki dunia pascakampus, lulusan baru (fresh graduate) dituntut memiliki kesiapan mental dan keterampilan adaptif dalam menghadapi realitas ketenagakerjaan serta disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence). Pesan tersebut ditekankan oleh perwakilan alumni yang kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi BeritaSatu, Syukri Rahmatullah, dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-141 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Minggu (06/09/2026).
Di hadapan 765 wisudawan hari kedua, alumni Fakultas Syariah angkatan 1999 ini memaparkan fakta kondisi ketenagakerjaan nasional saat ini. Berdasarkan data ketenagakerjaan terbuka, terdapat sedikitnya 7,9 juta pengangguran di Indonesia yang menjadi ruang kompetisi nyata bagi para lulusan baru.
“Hari ini adalah hari dimulainya pertarungan kita di dunia luar. Anda akan bergabung bersama kami sebagai alumni untuk berkompetisi dengan lulusan kampus-kampus lain. Angka pengangguran terbuka mencapai 7,9 juta orang, ditambah disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang memengaruhi berbagai industri. Namun jangan pernah takut mulai dari bawah, jangan pernah takut mulai dari nol,” ujar mantan aktivis mahasiswa tersebut.
Syukri menceritakan perjalanan kariernya yang sempat merasakan kecemasan menjadi pengangguran baru seusai wisuda pada Maret 2004 silam. Kala itu, bermodalkan Surat Keterangan Lulus (SKL) dan dua portofolio artikel lepas, ia memberanikan diri melamar pekerjaan hingga akhirnya diterima magang dan meniti karier jurnalistik dari posisi paling dasar.
Selama 22 tahun berkarier di industri media hingga dipercaya memimpin empat media nasional—termasuk menjadi salah satu pendiri Okezone.com, membenahi IDX Channel, hingga memimpin BeritaSatu—Syukri menegaskan bahwa modal utama alumni UIN Jakarta adalah nama besar almamater dan integritas moral.
“Ketika berhadapan dengan alumni perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia, kemenangan saya adalah integritas. Jagalah nama baik almamater di mana pun Anda berada. Percayalah, ketika integritas dan nama baik dijaga, kepercayaan itu akan datang terus-menerus,” tuturnya.
Untuk menembus ketatnya persaingan karier, Syukri membagikan kunci pengembangan diri yang ia terapkan secara konsisten, yakni prinsip Kaizen atau mentalitas perbaikan diri satu persen setiap hari.
“Prinsip saya adalah terus berkembang 1 persen setiap hari. Tingkatkan hard skill dan soft skill. Jika belum ada tawaran kerja, ketuklah tiap-tiap pintu jaringan yang ada. Namun, jika kesempatan kerja formal masih terbatas, ciptakanlah pekerjaan dengan nilai yang bisa kita bangun. Jangan hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi jadilah pencipta lapangan kerja agar angka pengangguran di Indonesia dapat ditekan,” pesan Syukri memotivasi para wisudawan.
Reporter: Alfassalam Muhammad | Editor: Rakhma Imamatul Ummah | Fotografer: Qanita Fayza Az-Zahra | Publisher: Dini Azzahra
Penanggung Jawab: Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D
Producer Advisor: Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Samsudin, S.Kom, Muhammad Adam Camubar, S.E., Sisca Nofianti, SEI
Dokumentasi:




