Hari Kedua Leadership Camp UIN Jakarta: Dr. Tubagus Wahyudi Bedah Pola Pikir dan Jiwa Kepemimpinan Islami
Gedung Kemahasiswaan, Berita Online Kemahasiswaan - Hari kedua pelaksanaan Leadership Camp Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, atmosfer pelatihan bergeser pada penguatan mentalitas dan spiritualitas penggerak massa. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (20/5) di Hotel Bell's Place, Sentul, Kabupaten Bogor ini menghadirkan Founder KAHFI BBC Motivator School sekaligus narasumber utama, Dr. Ir. H. Tubagus Wahyudi, S.T., M.Si., MCHt., CHI.
Sosok yang akrab disapa Om Bagus tersebut menggembleng peserta yang berasal dari delegasi Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Lembaga Otonom (LO) tingkat universitas secara maraton selama lebih dari delapan jam, mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB. Pembekalan intensif ini dibagi ke dalam dua sesi besar yang mengusung tema besar Leadership Thinking: Kepemimpinan Perspektif Nilai-Nilai Surat Yasin.
Dimulai pada pukul 08.00 WIB, sesi pertama difokuskan pada materi Leadership 1: Pola Pikir Leader. Pada sesi ini, Om Bagus membekali peserta dengan konsep berpikir strategis dan penanaman growth mindset. Mengutip kitab Nashaihul 'Ibad karya Syeikh Nawawi al-Bantani, beliau menekankan bahwa esensi tertinggi dari kepemimpinan sejati adalah kemampuan manusia dalam mengendalikan hawa nafsu dan menjadikan akal sebagai pemimpinnya.
"Akal adalah pembeda. Dan untuk memiliki kecerdasan dalam membedakan yang haq dan yang bathil, landasannya adalah agama. Maka kesimpulannya, agama itulah akal," papar Om Bagus.
Om Bagus menjelaskan bahwa seorang pemimpin di lingkungan UIN Jakarta wajib membangun kekuatan paradigma yang kokoh. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual Al-Qur'an, pemimpin masa kini diharapkan mampu melihat setiap hambatan birokrasi dan dinamika organisasi bukan sebagai masalah, melainkan sebagai peluang inovasi dan ladang dakwah.
Pelatihan berlanjut ke sesi kedua mulai pukul 13.00 WIB dengan topik Leadership 2: Jiwa Leadership. Sesi siang ini mengupas tuntas sisi emosional, regulasi diri (emotional regulation), serta pengelolaan ketahanan mental (resilience) seorang penggerak roda organisasi saat menghadapi situasi krisis.
Om Bagus memaparkan pentingnya memupuk jiwa kepemimpinan yang prima, produktif, dan cakap (excellent leadership). Pemimpin Ormawa dituntut memiliki kepekaan emosional yang tinggi dalam mengayomi anggota, yang dikombinasikan dengan teknik komunikasi persuasif. Kemampuan komunikasi ini krusial untuk membangun jembatan dialog dua arah yang sehat di internal organisasi, sehingga visi bersama dapat digerakkan secara humanis tanpa adanya paksaan.
Menjelang akhir sesi kedua sekitar pukul 16.00 WIB, atmosfer di dalam ruangan berubah menjadi syahdu dan khidmat. Om Bagus mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala, meredam ego sektoral masing-masing, dan melakukan sesi refleksi diri (self-reflection).
Dalam momen kontemplasi emosional ini, para aktivis kampus diajak untuk mengingat kembali rekam jejak perjalanan hidup mereka, merenungkan segala kekhilafan, ego pribadi yang merusak, serta kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan selama memimpin maupun berinteraksi di dalam organisasi. Sesi ini berhasil menyentuh sisi spiritual terdalam para peserta, mengingatkan mereka bahwa organisasi adalah laboratorium karakter tempat untuk belajar memperbaiki diri, dan sebuah kepemimpinan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
Rangkaian sesi hari kedua ini kemudian ditutup dengan penguatan komitmen kolektif. Sepulangnya dari pelatihan ini, jajaran pengurus Ormawa UIN Jakarta diharapkan tidak hanya cakap secara manajerial di atas kertas, tetapi memiliki kedalaman jiwa kepemimpinan yang inklusif, humanis, berintegritas tinggi, serta siap melangkah bersama sebagai mitra strategis universitas yang berdaya saing global.
Reporter: Ahmad Ivan Abid Nugroho |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby

Dokumentasi:
