Hari Kedua Leadership Menengah Ormawa UIN Jakarta 2026: Uji Dinamika Organisasi Lewat Pemahaman Praktik Langsung
Aula Madya, Berita Kemahasiswaan Online - Memasuki hari kedua Leadership Menengah Ormawa UIN Jakarta 2026, para peserta diajak kembali untuk memahami dinamika dalam berorganisasi serta cara menyelesaikan masalah yang ada pada organisasi (problem solving) melalui pendekatan praktik langsung. Kegiatan yang digelar pada Kamis (26/2/2026) di Aula Madya ini, diikuti oleh 45 orang dari masing-masing partisipan UKM.
Berbeda dengan pemaparan materi pada umumnya, Ikhwan Nasution selaku narasumber tunggal pada sesi “Dinamika Organisasi dan Perencanaan Visi Misi” tidak menggunakan PowerPoint (PPT) atau pemaparan lewat teori, melainkan dengan sistem pemahaman secara langsung, dengan membagi peserta ke dalam empat kelompok untuk melakukan simulasi melalui permainan melempar bola.
Permainan tersebut dirancang khusus untuk menguji strategi dan keharmonisan sebuah organisasi. Melalui permainan ini, setiap orang dituntut beradaptasi dengan caranya masing-masing untuk menyelesaikan sebuah masalah (bola), contohnya seperti ada yang berjongkok maupun meletakkan satu kaki di depan setelah melempar bola supaya tidak terjadi miss komunikasi.
Dari hasil simulasi melempar bola tersebut, Kelompok 4 berhasil mencatat waktu tercepat yakni 10,49 detik, disusul Kelompok 3 dengan waktu 11,86 detik, dan Kelompok 1 dengan 12,41 detik. Sementara itu, Kelompok 2 dinyatakan gagal dalam simulasi tersebut.
Ikhwan menganalogikan permainan tersebut dengan kondisi nyata di lingkup organisasi. “Dalam organisasi akan ada banyak masalah yang dihadapi, contohnya seperti melempar bola ini. Dengan segala aturan yang ada, setiap orang yang ada dalam organisasi harus memikirkan strategi yang baik agar waktunya efisien dan ada alur kerjanya tersendiri di dalamnya,” pungkasnya.
Selain dinamika organisasi, Ikhwan juga menekankan fondasi dasar organisasi. Menurutnya, perumusan Program Kerja (Proker) harus berangkat dari keresahan internal yang kemudian dibedah kelayakannya.
Mereka harus mempertahankan argumen dari berbagai intervensi pihak luar. Proker tersebut wajib sejalan dengan visi dan misi dari organisasi. Peserta harus berani menyampaikan pendapat saat sesi curah pendapat (brainstorming). Mereka tidak diperkenankan menjawab setuju tanpa memiliki alasan yang kuat. Hal ini penting agar proses diskusi berjalan dengan maksimal.
Asiatil Mardiah salah satu peserta kegiatan dari UKM Teater Syahid menegaskan jika diklat ini penting untuk diikuti. “Tujuannya jelas, agar kita bisa menerapkannya di dalam organisasi. Ketika diskusi, kita harus bisa memancing anggota untuk berpendapat, bukan hanya sekedar menjawab ya, setuju tanpa alasan. Hal ini penting agar proses brainstorming benar-benar berjalan,” ungkapnya
Reporter: Adam Nur Fadhilah | Fotografer: Ahmad Jannata Zainsty | Editor: Laila Nurrahma | Publisher: Muhammad Naufal
Dokumentasi:









