Hari Kedua Wisuda ke-140, UIN Jakarta Kukuhkan 789 Lulusan, Teguhkan Generasi Digital Kompetitif dan Berkarakter
Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor ke-140 dengan melantik sebanyak 789 wisudawan dan wisudawati. Mengusung tema “Meneguhkan Cita-Cita Kebangsaan dalam Mewujudkan Generasi Digital yang Kompetitif”, prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Minggu (24/05/2026).
Sidang Senat Terbuka dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. bersama Sekretaris Senat Prof. Dr. Masri Mansoer, M.Ag. Pada hari kedua, lulusan dari tujuh fakultas resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) (204 lulusan), Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) (43), Fakultas Psikologi (72), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) (101), Fakultas Sains dan Teknologi (FST) (179), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) (90), serta Fakultas Kedokteran (FK) (100).
Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor Nomor 275 Tahun 2026 tentang wisudawan dan peraih skripsi terbaik Wisuda ke-140 oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A.
Pada kesempatan tersebut, sejumlah lulusan terbaik diumumkan, di antaranya: Peraih IPK tertinggi 4,00 dari Fakultas Psikologi, Fakultas Syariah dan Hukum, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta lulusan berprestasi lainnya dari FSH, FDI, FISIP, FK, dan FST.
Adapun penghargaan Skripsi Terbaik Bidang Ilmu Sosial diraih Devara Dipa Dirana melalui penelitian berjudul “Pemodelan dan Peramalan Volatilitas Cryptocurrency Bitcoin, Indeks Harga Saham Gabungan, dan Emas Pendekatan GARCH.” Sementara Skripsi Terbaik Bidang Sains diraih Rahma Raudia Faizin dari Fakultas Kedokteran melalui penelitian tentang biodiversitas bakteri rongga mulut pada santri pengguna siwak.
Dalam sambutannya, Prof. Masri Mansoer menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital harus diiringi dengan penguatan nilai kebangsaan dan moralitas. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pemimpin peradaban digital.
“Kompetensi generasi digital hari ini harus meliputi tiga hal utama, yaitu kompetensi intelektual, kompetensi moral, dan kompetensi kebangsaan,” ujarnya.
Sementara itu, pidato alumni disampaikan oleh Dr. Dadi Darmadi, M.A., alumni Fakultas Ushuluddin yang menyelesaikan studi doktoralnya di Harvard University, Amerika Serikat. Dalam sambutannya, ia membagikan perjalanan akademik dan perjuangannya sebagai alumni UIN Jakarta yang berasal dari lingkungan pesantren.
“Hidup bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi tentang siapa yang terus berjalan, terus belajar, dan tidak pernah berhenti ketika keadaan menjadi sulit,” tuturnya.
Perwakilan wisudawan, Devara Dipa Dirana dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen, pimpinan universitas, dan orang tua atas dukungan selama masa studi, sekaligus mengajak para lulusan untuk terus menjaga nilai moral di tengah perkembangan teknologi digital.
“Hari ini bukan sekadar tentang selembar ijazah, tetapi penanda bahwa perjalanan baru telah dimulai. Sebagai lulusan UIN Jakarta, kita harus mampu memadukan kecerdasan digital dengan kompas moral spiritual. Toga yang kami pakai dan senyum yang terukir di wajah kami hari ini bukan sepenuhnya milik kami, melainkan hasil doa dan perjuangan orang tua kami,” ungkapnya.
Sidang wisuda ke-140 UIN Jakarta menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen perguruan tinggi Islam tersebut untuk melahirkan generasi unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Reporter: Putri Khoirina Nuzullah | Fotografer: Muhammad Zaky Alfatih | Publisher: Naila Yustiara
Dokumentasi:



