Integrasi Keilmuan Jadi Daya Tarik UIN Jakarta di Semua Jalur Pendaftaran
Gedung Kemahasiswaan, Perspektif Mahasiswa - Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) menjadi salah satu jalur yang banyak diminati calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan negeri, termasuk di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdasarkan data penerimaan UIN Jakarta tahun 2025 yang diunggah melalui akun media sosial @uinjktofficial, jalur SNBP mencatat sebanyak 11.329 pendaftar dengan 948 peserta dinyatakan lolos seleksi. Sementara itu, jalur SPAN-PTKIN mencatat total 53.228 peminat dengan 1.236 peserta yang berhasil diterima. Tingginya jumlah peminat ini menunjukkan, UIN Jakarta masih menjadi salah satu kampus tujuan favorit calon mahasiswa di Indonesia.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis angkatan 2022, Mau’Iza Hasanah, mengaku memilih UIN Jakarta karena melihat kampus ini memiliki keseimbangan antara kualitas akademik dan nilai-nilai keislaman. Selain itu, faktor lokasi kampus yang dekat dari rumah juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pilihan perguruan tinggi.
“Saya memilih UIN Jakarta karena ingin melanjutkan pendidikan di kampus yang memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat, namun tetap unggul dalam bidang akademik,” ujarnya, Sabtu (16/05).
Mau’Iza menjelaskan, dirinya masuk melalui jalur SNBP karena memperoleh kesempatan sebagai siswa eligible saat bersekolah di MAN. Ia memanfaatkan jalur SNBP sebagai peluang untuk melanjutkan pendidikan berdasarkan hasil akademik selama sekolah tanpa perlu mengikuti tes tertulis.
Sebelum memilih UIN Jakarta, dirinya sempat mempertimbangkan beberapa perguruan tinggi lain yang memiliki jurusan sesuai dengan minatnya di bidang pertanian dan agribisnis. Namun, ia akhirnya lebih memprioritaskan UIN Jakarta karena faktor jarak, peluang penerimaan, dan biaya yang dinilai lebih realistis.
Selain itu, Mau’Iza juga menilai Jurusan Agribisnis di UIN Jakarta memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya melalui program internasional ke Jepang yang menjadi alasan dirinya memilih program studi tersebut.
“Saya pilih Agribisnis karena ada program ke Jepangnya, dan alhamdulillah saya terpilih di program itu,” katanya.
Menurutnya, salah satu keunggulan utama UIN Jakarta adalah perpaduan pendidikan umum dan nilai-nilai keislaman yang berjalan secara seimbang. Ia juga menilai fasilitas pembelajaran cukup mendukung, khususnya di Prodi Agribisnis yang memiliki laboratorium dan kebun praktik sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.
Mau’Iza mengaku kesan pertamanya saat mulai berkuliah di UIN Jakarta cukup menyenangkan. Awalnya ia merasa khawatir menghadapi dunia perkuliahan yang berbeda dengan sekolah, tetapi lingkungan kampus yang nyaman serta teman-teman dan dosen yang suportif membuat dirinya lebih mudah beradaptasi.
“Akhirnya saya merasa lingkungan kampusnya nyaman, teman-temannya seru dan suportif, serta dosennya cukup membantu mahasiswa dalam proses belajar,” jelasnya.
Selain pembelajaran di kelas, pengalaman turun lapang dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, petani, hingga pelaku usaha menjadi pengalaman berkesan selama dirinya menjadi mahasiswa Agribisnis. Pengalaman ini membuatnya dapat memahami kondisi nyata di lapangan secara langsung.
Sementara itu, mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan angkatan 2022, Ulfa Nur Fajariya, memilih masuk UIN Jakarta melalui jalur SPAN-PTKIN. Ia mengaku jalur tersebut dipilih karena mendapatkan rekomendasi dari sekolah berdasarkan prestasi akademik yang dimilikinya selama belajar.
“Saya melihat jalur SPAN-PTKIN sebagai kesempatan yang baik karena proses seleksinya mempertimbangkan konsistensi nilai dan rekam jejak belajar siswa,” ujarnya, Sabtu (16/05).
Ulfa mengatakan, sejak awal dirinya tertarik dengan UIN Jakarta karena melihat kualitas pendidikan yang baik serta lingkungan akademik yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Menurutnya, kampus tersebut juga memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun organisasi.
Sebelum memilih UIN Jakarta, Ulfa juga sempat mempertimbangkan beberapa perguruan tinggi lain. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan dukungan dari keluarga serta sekolah, ia akhirnya mantap memilih UIN Jakarta sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
Menurut Ulfa, daya tarik utama UIN Jakarta terletak pada integrasi antara ilmu umum dan nilai-nilai keislaman. Selain itu, reputasi kampus dan keberagaman mahasiswa dari berbagai daerah juga menjadi nilai tambah tersendiri.
“Kampus ini tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga mendukung pengembangan diri mahasiswa di berbagai bidang,” jelasnya.
Sebagai mahasiswa perantau, Ulfa mengaku memiliki pengalaman berharga selama menjalani perkuliahan di UIN Jakarta. Ia belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, mengatur kebutuhan sehari-hari secara mandiri, hingga menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah.
Menurutnya, suasana akademik di UIN Jakarta juga sesuai dengan ekspektasi karena mahasiswa diberikan ruang untuk berkembang melalui kegiatan akademik maupun organisasi. Selain itu, dosen-dosen dinilai mampu mendorong mahasiswa untuk aktif berpikir, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan diri.
Di akhir wawancara, keduanya menyampaikan motivasi kepada calon mahasiswa yang ingin mendaftar melalui jalur SNBP, SPAN-PTKIN maupun jalur lainnya di UIN Jakarta agar tidak ragu memanfaatkan kesempatan yang ada dan terus percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Terus semangat, jangan takut mencoba hal baru, dan nikmati setiap proses selama menjadi mahasiswa,” pungkas Mau’Iza.
Reporter : Salsabila Azahra |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi:

