Jelajahi Dunia Riset, Mahasiswa FDI UIN Jakarta Tembus Konferensi Artikel Ilmiah di Kancah Internasional
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Nabiilah Ar Rasyidah, mahasiswa semester 6 Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, membuktikan bahwa riset ilmiah bukan hanya tugas akademik, melainkan menjadi pintu masuk meraih prestasi nasional hingga internasional. Meski, awalnya mengaku terdampar di FDI, justru sekarang Nabiilah menemukan jalan produktivitasnya melalui dunia kepenulisan.
Pencapaian Nabiilah terbilang luar biasa. Dalam setahun terakhir, ia berhasil menembus berbagai konferensi artikel ilmiah bergengsi, mulai dari presentasi paper di gedung MPR RI dalam ajang Palestine Research Center, hingga menjadi presenter di konferensi internasional Muktamar Turost Nabawi (MUTUN) di Tebuireng. Tak hanya itu, ia juga terpilih menjadi salah satu anggota dalam program kolaborasi Taylor & Francis UIN Jakarta untuk menulis book chapter tingkat internasional.
"Sebenarnya FDI bukan pilihan pertama, tapi ternyata di sini saya justru bertemu jalan terbaik melalui riset. Semua prestasi itu berkesan, mulai dari juara menulis di Surabaya, Kediri, Bogor, Solo, hingga presentasi di konferensi-konferensi besar," ujar Nabiilah, Selasa (12/5/2026).
Dibalik deretan prestasinya, Nabiilah mengungkapkan bahwa proses kreatifnya berakar pada kebiasaan membaca yang kuat. Ia sering menghabiskan waktu di perpustakaan dengan teknik surface reading untuk memetakan inti dari berbagai buku, lalu mencatatnya dalam buku nota kecil.
"Saya suka menghubungkan fenomena kontemporer dengan perspektif ulama dari buku-buku yang saya baca. Kuncinya hanya sabar saat ide buntu dan minum kopi jika mulai mengantuk," tambahnya.
Namun, perjalanan ini bukan tanpa kendala. Nabiilah menyoroti tantangan teknis seperti terbatasnya akses terhadap jurnal internasional bagi mahasiswa dan masih minimnya ruang bimbingan intensif dengan dosen yang mumpuni di lingkungan kampus. Selama ini, ia banyak mendapatkan dukungan pendampingan dan mentoring dari organisasi mahasiswa (Ormawa) universitas Fresh UIN Jakarta.
"Nama besar UIN Jakarta memberi saya kebanggan tersendiri. Saya sangat mengapresiasi adanya program universitas yakni Student Achievement Award (SAA) sebagai bentuk penghargaan bagi mahasiswa berprestasi," jelas Nabiilah.
Menjelang akhir masa studinya, Nabiilah memiliki target ambisius. Sebelum menanggalkan status mahasiswa di semester delapan, ia berharap bisa menyelesaikan skripsinya tepat waktu dan berhasil menembus publikasi di jurnal internasional bereputasi Scopus.
Sebagai pesan bagi mahasiswa lain yang masih ragu memulai riset, Nabiilah menekankan bahwa riset adalah cara terbaik agar ilmu yang dibaca tidak menjadi stagnan atau jumud. Menurutnya, riset dapat meningkatkan daya kritis seseorang, karena kegiatan riset membutuhkan daya kritis dan analisis yang begitu dalam.
"Kalau kita cuma banyak baca tapi tidak dikeluarkan jadi tulisan, ilmu itu akan terasa stagnan tau jumud. Padahal, sekarang banyak isu kontemporer yang harus dijawab lewat kacamata Islam. Kalau kalian tetap ragu, kalian tidak akan pernah tahu serunya menemukan jawaban atas sebuah persoalan dan memiliki kesempatan emas bertemu para profesor akademik hebat," pungkasnya.
Reporter: Ahmad Ivan Abid Nugroho |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
