JTV sebagai Jembatan Mahasiswa KPI Menuju Profesionalisme Jurnalis Digital
Gedung Kemahasiswaan UIN Jakarta, Berita Online Kemahasiswaan - Komunitas Jurnalis TV (JTV) terus memperkuat posisinya sebagai wadah pengembangan bakat untuk mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di bidang broadcasting. Melalui berbagai program pelatihan intensif, JTV berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, namun juga memiliki kesiapan mental dan teknis untuk langsung terjun ke lapangan pekerjaan.
Regita Alma Danita, Ketua JTV menjelaskan bahwa JTV didirikan pada 22 Oktober 2008, JTV lahir dari kepedulian terhadap minat mahasiswa di bidang jurnalistik, khususnya pada produksi berita hard news dan soft news. Meskipun saat ini berstatus sebagai komunitas lepas di luar Organisasi Mahasiswa (Ormawa), JTV tetap menjalankan visi yang selaras dengan universitas untuk menghasilkan alumni yang kompetitif.
“Kita punya komitmen agar alumni JTV bisa siap menghadapi tantangan di lapangan pekerjaan,” Ujar Regita, Selasa (5/5).
Regita menjelaskan, pengembangan potensi anggota dilakukan secara sistematis melalui program unggulan seperti Rise Up Riding. Dalam program tersebut, seluruh anggota diberikan pelatihan spesifik mengenai jobdesk jurnalistik televisi dengan menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman di bidangnya baik itu reporter camper maupun editor.
Selain pelatihan internal, Regita menambahkan, relevansi JTV terhadap dunia pekerjaan dibuktikan melalui prestasi anggotanya. Salah satunya adalah keberhasilan anggota JTV meraih Juara 1 dalam kompetisi News Anchor di Universitas Esa Unggulan di tahun 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa pelatihan di JTV mampu bersaing di internal maupun eksternal.
Sejalan dengan hal tersebut, alumni JTV yang kini berkarir di D Elegance Clicnic, Azka Khalid Hamdi mengakui manfaat besar yang didapatnya selama bergabung JTV. Menurutnya, pasar kerja saat ini sangat membutuhkan keahlian jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.
“Keahlian reporter seperti kepenulisan, pembuatan konten, dan lainnya banyak dibutuhkan di dunia kerja,” ungkap Azka yang dahulu menjadi reporter, Minggu (10/5).
Azka menambahkan, peran komunitas maupun organisasi sangat krusial dalam membangun relasi profesional. Seringkali anggota JTV diberikan kesempatan untuk menangani proyek serius secara freelance, yang menjadi bekal portofolio saat melamar kerja.
“Kerja sama simbiosis mutualisme antara kampus dan JTV juga terus dijaga, di mana kampus menyediakan akses informasi dan narasumber kredibel bagi program siaran JTV,” pungkasnya.
Reporter : NIkita Earlene Salsabila |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
