Kajian Eutanasia Antarkan Ahmad Irvan Maulana Raih Predikat Wisudawan dan Penulis Terbaik
Kajian Eutanasia Antarkan Ahmad Irvan Maulana Raih Predikat Wisudawan dan Penulis Terbaik

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online – Ahmad Irvan Maulana, mahasiswa Program Studi Dirasat Islamiyah, berhasil meraih predikat wisudawan terbaik sekaligus penulis skripsi terbaik di Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta. Capaian tersebut diraih setelah menyelesaikan studi tepat waktu dan melalui proses akademik yang konsisten sejak awal perkuliahan.

“Perjalanan selama menjalani perkuliahan sebenarnya mulus-mulus saja, alhamdulillah mayoritas mata kuliah bisa diikuti dengan baik dan bisa selesai SKS-nya tepat waktu di semester tujuh,” ujar Irvan saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (18/02/2026).

Ia menuturkan, hambatan mulai dirasakan ketika memasuki tahap penulisan skripsi. Proses tersebut tidak sepenuhnya berjalan lancar dan sempat mengalami stagnasi.

“Pada awalnya judul skripsi saya sempat diragukan dan saya bahkan diminta melakukan studi kasus ke beberapa rumah sakit yang menurut saya cukup sulit, sehingga prosesnya sempat terhenti beberapa bulan,” katanya.

Kondisi tersebut mendorong Irvan untuk meninjau kembali arah penelitiannya melalui diskusi intensif dengan dosen pembimbing. Dari proses tersebut, lahir sudut pandang baru yang membuat penulisan skripsi dapat dilanjutkan hingga selesai.

“Dari situlah lahir judul skripsi seperti yang sudah jadi sekarang. Setelah menemukan kembali semangat, saya fokus menyelesaikan skripsi hingga akhirnya dipercaya menjadi salah satu wisudawan dan penulis skripsi terbaik,” ujarnya.

Skripsi Irvan mengangkat isu kontemporer mengenai eutanasia antara pengharaman dan pembolehan (studi analisis dalil-dalil syar'i). Ketertarikan terhadap topik tersebut berangkat dari realitas sosial yang ia temui di lingkungan kampung halamannya.

Ia menilai pentingnya kajian ilmiah terhadap isu tersebut agar dapat dipahami secara utuh dari sudut pandang keislaman. Selain itu, lanjutnya, pendekatan fikih dan analisis dalil menjadi dasar utama dalam penelitiannya.

“Eutanasia merupakan persoalan kontemporer yang dilematis, di satu sisi berkaitan dengan dunia medis, di sisi lain menyentuh prinsip besar dalam Islam tentang menjaga jiwa,” ucapnya.

Selain itu, Irvan menekankan, keberhasilan akademik tidak terlepas dari niat yang lurus dan kedisiplinan dalam menjalani proses. Ia juga menilai dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga semangat belajar.

“Faktor terbesarnya adalah konsistensi, doa, dan bimbingan dosen, serta doa orang tua yang jangan disepelekan,” tuturnya.

Selain fokus akademik, Irvan juga aktif sebagai marbut di salah satu musala di daerah Legoso. Aktivitas tersebut membentuk kedisiplinan sekaligus keseimbangan antara tanggung jawab sosial dan akademik.

“Saya membagi waktu juga dengan membuat jadwal harian, mengurus musala, lalu memanfaatkan waktu senggang untuk menulis skripsi,” ungkapnya.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tetap konsisten, berani berproses, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan akademik.

“Ini adalah bentuk syukur dan pengingat bahwa usaha yang disertai doa tidak akan sia-sia,” pungkasnya.

Reporter: Anugrah Indah Arani | Fotografer: Narasumber | Editor: Laila Nurrahma | Publisher: Muhammad Naufal