Kandidat DEMA U Adu Gagasan di Debat Terbuka
Hall Student Center, Berita Kemahasiswaan Online - Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) 2025 menggelar Debat Kandidat Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Hall Student Center (SC) pada Rabu (17/12/25). Kegiatan itu diselenggarakan secara terbuka untuk seluruh Mahasiswa UIN Jakarta.
Debat tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif M.A., Ph.D., serta beberapa panelis, yakni Prof. Dr. Drs. Achmad Syahid, M.Ag., Zaki Mubarak, S.IP., M.Si., Ph.D, Ahmad Fauzi, S.Ag., dan M. Zaky AlMubarak, S.Sos.. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari mahasiswa dan berlangsung lancar hingga berakhir pada sore hari.
Dalam sambutannya, Ketua KPM 2025, Muhammad Hafìzzuddin, mengatakan, forum debat tersebut menjadi kesempatan emas bagi para calon untuk membuktikan kesiapan mereka dalam menjawab pertanyaan krusial di benak mahasiswa. Selain itu, ujar Hafizzuddin, mahasiswa dapat menilai kelayakan setiap kandidat sebelum menentukan pilihan.
“Saya berharap, melalui forum ini dapat menjadi awal lahirnya kepemimpinan mahasiswa UIN Jakarta yang progresif, berintegritas, dan berpihak pada aspirasi seluruh mahasiswa UIN Jakarta,” ujarnya Hafizzudin, Rabu (17/12/25).
Sekretaris KPM 2025, Mutiara Isnovya, mengatakan, debat yang diselenggarakan secara terbuka diharapkan dapat membuka pikiran mahasiswa dalam memilih Ketua dan Wakil Ketua DEMA U. Menurutnya, setiap hak pilih mahasiswa dapat menentukan pemimpin yang akan membawa aspirasi seluruh Mahasiswa UIN Jakarta ke depan.
“Semoga Ketua dan Wakil DEMA U yang terpilih nanti bisa jadi pemimpin yang amanah dan bisa lebih memajukan UIN Jakarta dengan lebih baik lagi,” ujar Mutiara, Rabu (17/12/25).
Warek Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif M.A., Ph.D. menyampaikan, inti dari Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) adalah menemukan kepengurusan mahasiswa yang menjadi pilar utama berbagai kegiatan kemahasiswaan di UIN Jakarta. Pemilwa, ujar Prof. Ali, menjadi ajang mahasiswa dalam berlatih demokrasi, serta menerjemahkan oposisi politik dalam konteks perilaku etis mahasiswa.
“Bagi para kandidat yang bersaing, momen ini bertujuan untuk terus menjaga kepemimpinan dan rasa kesatuan di antara diri mahasiswa untuk membesarkan nama kampus UIN Jakarta,” ujar Warek III dalam sambutannya pada Rabu (17/12/25).
Dalam sesi closing statement, Calon Ketua DEMA U nomor urut satu, Achmad Hafizh, menyampaikan, debat kandidat merupakan forum untuk menyampaikan visi misi serta program kerja yang menjadi bentuk komitmen dan amanah dari harapan seluruh Mahasiswa UIN Jakarta. Maka dari itu, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk mewujudkan DEMA U yang lebih baik.
“Hari ini kita perlu sadar bahwa debat bukan tentang siapa yang lantang berbicara, namun yang perlu dilihat adalah paparan visi dan misi serta program kerja dari pasangan calon,” ujar Hafizh, Rabu (17/12/25).
Sementara itu, Calon Ketua DEMA U nomor urut dua, Rafiansyah Alma Fadhlullah, mengatakan, debat terbuka menjadi pembelajaran dan tradisi intelektual yang harus dijaga bersama-sama. Rafi menyampaikan, mahasiswa harus bekerja sama untuk membenahi kampus.
“Jika ingin kampus yang lebih baik, perubahannya tidak lahir dari satu orang saja. Maka dari itu, sekarang waktunya kita semua berbenah bersama,” ujar Rafi, Rabu (17/12/25).
Reporter: Nuraeni Kusmana Dewi | Fotografer: Lintar Tri Rifnu Ananda | Editor: De Karl Azzahra
Foto Dokumentasi:









