Kemahasiswaan Gelar Pengarahan dan Evaluasi Internship dan KKN Kemahasiswaan
Ruang Sidang Utama, Berita Kemahasiswaan Online – Kemahasiswaan UIN Jakarta menggelar kegiatan Pengarahan dan Evaluasi Internship X Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemahasiswaan Bulan Juni 2025 pada Selasa (17/6/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Utama (RSU) Gedung Rektorat lantai dua itu bertujuan melaporkan kegiatan Internship X KKN Kemahasiswaan pada Mei dan rencana kegiatan pada Juni.
Pengarahan itu dihadiri langsung oleh Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A. dan Ketua Bidang Bina Bakat dan Minat, Kemahasiswaan UIN Jakarta, Samsudin, S.Kom. Agenda dimulai dari sambutan, laporan Project Manager (PM) Internship dan KKN Kemahasiswaan UIN Jakarta, Muhammad Farhan Rahmawan dan Amirul Ardy Brilian. Agenda ditutup dengan tanggapan dari pihak kemahasiswaan dan aspirasi dari mahasiswa.
Dalam sambutannya, Furqon mengatakan, Kemahasiswaan UIN Jakarta menjadi lebih berwarna dengan kehadiran Internship dan KKN Kemahasiswaan. Furqon menyatakan, akun media sosial Kemahasiswaan aktif dengan hadirnya konten-konten yang diproduksi oleh Internship dan KKN Kemahasiswaan.
“Terus tingkatkan kreativitas kalian, terus pelajari hal-hal apa yang sedang trending, viral saat ini, terutama terkait dengan memanfaatkan Atificial Intelligence (AI),” ujarnya, Selasa (17/6/2025).
Selepas pembukaan dari Furqon, Samsudin menyampaikan, Internship dan KKN Kemahasiswaan akan mendapat tantangan baru. Samsudin berkeinginan melibatkan mereka dalam Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK) 2025. Samsudin mengajukan kepada anggota Internship dan KKN membuat aturan baru dalam PBAK 2025 guna menggenjot kesadaran mahasiswa terhadap akun media sosial Kemahasiswaan UIN Jakarta.
“Saya ingin melibatkan kawan-kawan KKN in Campus dan Internship tentang bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik, karya kawan-kawan (di PBAK),” ujarnya, Selasa (17/6/2025).
Menanggapi laporan dari anggota Internship dan KKN Kemahasiswaan, Samsudin memberikan beberapa catatan. Pertama, ia menyarankan untuk menganalisis faktor-faktor pengikut yang tidak mengikuti—unfollow—akun kemahasiswaan. Selain itu, Samsudin menyebutkan, konten yang sudah dibuat bisa dipublikasikan di berbagai platform media sosial Kemahasiswaan.
“Satu konten yang kita buat itu bisa untuk beberapa media lain walaupun fokus kita di Instagram,” saran Samsudin.
Reporter: Wan Muhammad Arraffi | Editor: Azzahra Fawzia
Dokumentasi kegiatan: 





