Kemahasiswaan UIN Jakarta Implementasikan Program Green Campus melalui Kegiatan Mahasiswa
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online — Kemahasiswaan UIN Jakarta melakukan berbagai upaya untuk mendukung program Green Campus melalui kegiatan dan kebijakan yang melibatkan mahasiswa. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ketua Tim Kemahasiswaan UIN Jakarta, Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., menjelaskan bahwa program tersebut diintegrasikan dalam berbagai aktivitas mahasiswa, termasuk penanaman nilai-nilai ekologis dan peduli lingkungan ke dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) serta aktivitas rutin Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Ia menambahkan, kegiatan seperti aksi bersih kampus, penanaman pohon, hingga kampanye pengurangan plastik menjadi bentuk nyata implementasi tersebut.
Lebih lanjut, kebijakan tersebut berperan dalam mendorong kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan melalui aturan yang telah ditetapkan. Furqon menyampaikan, kode etik mahasiswa menjadi dasar dalam membangun kesadaran peduli lingkungan serta mengatur kewajiban menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus.
“Kebijakan Green Campus dalam unit kemahasiswaan berlandaskan pada Surat Keputusan (SK) Rektor No. 734 Tahun 2021 tentang Kode Etik Mahasiswa, yang mewajibkan mahasiswa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus,” jelasnya, pada Senin (20/4/2026).
Di sisi lain, untuk mendukung implementasi program, kampus juga menyediakan sejumlah fasilitas penunjang. Di antaranya water drinking fountain, sistem e-parking, tempat sampah terpilah, serta pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai ruang aktivitas mahasiswa.
“Fasilitas itu diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku mahasiswa agar lebih sadar terhadap isu lingkungan,” ungkapnya.
Namun, Furqon menilai, tantangan utama masih terletak pada kesadaran sivitas academika. Menurutnya, fasilitas yang tersedia tidak akan optimal tanpa adanya partisipasi aktif dari sivitas academika terutama mahasiswa itu sendiri.
Dalam pelaksanaannya, kerjasama antar pihak di lingkungan kampus menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Peran pimpinan universitas, pusat Green Campus, hingga mahasiswa disebut saling berkaitan dalam mendukung implementasi kebijakan.
“Mahasiswa menjadi pengguna utama yang menentukan keberhasilan program ini,” katanya.
Selain itu, Furqon menilai, mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan dalam mendukung program ramah lingkungan. Hal ini juga berkaitan dengan nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan kampus.
“Mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki tanggung jawab moral sebagai agent of change untuk menjaga lingkungan demi kenyamanan mahasiswa dalam berkegiatan,” katanya.
Kedepannya, UIN Jakarta memiliki target jangka pendek dan jangka panjang dalam pengembangan program Green Campus di UIN Jakarta. Target tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan peringkat, tetapi juga pada perubahan sistem dan budaya kampus secara berkelanjutan serta berdampak pada seluruh civitas academica.
“Target jangka pendek adalah peningkatan peringkat di University of Indonesia GreenMetric World University Rankings (UI GreenMetric), sementara jangka panjangnya menjadikan UIN Jakarta sebagai model kampus berkelanjutan,” pungkasnya.
Reporter: Dinda Maulida |Editor : Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi:



