Kemahasiswaan UIN Jakarta Perkuat Pembinaan Ormawa melalui Pendamping
Ruang Diorama, Berita Kemahasiswan Online - Kemahasiswaan UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pembagian Person In Charge (PIC) atau pendamping untuk Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN Jakarta 2026. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Diorama UIN Jakarta pada Senin, (9/2/2026).
Ormawa terdiri atas Senat Mahasiswa Universitas (SEMA U), Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Lembaga Otonom (LO) yang seluruhnya berjumlah 22 organisasi kemahasiswaan. Sebanyak sembilan pendamping akan memberikan arahan bagi organisasi tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., mengatakan, setiap ormawa akan memperoleh pendamping sebagai upaya penguatan organisasi. Hal tersebut diharapkan dapat mempermudah dalam menjalankan program dan mengatasi berbagai kendala di setiap kegiatan.
“Setiap organisasi nantinya akan mendapatkan pendamping untuk membantu pelaksanaan program,” katanya.
Di samping itu, Furqon mengucapkan, pihak Kemahasiswaan siap memberikan dukungan penuh kepada organisasi yang aktif menjalin komunikasi. Dukungan tersebut diberikan selama program yang dijalankan dinilai baik dan bermanfaat.
“Jika organisasi aktif berkomunikasi dan programnya baik, pihak Kemahasiswaan akan mendukung sepenuhnya,” tuturnya.
Dalam sambutan lain, Kepala Bidang Bina Bakat dan Minat Kemahasiswaan, Samsudin, S.Kom., menjelaskan, pada tahun sebelumnya, ormawa tidak mempunyai pembimbing, sehingga menyebabkan arah organisasi menjadi tidak jelas. Menurutnya, dengan disediakannya pendamping bagi setiap organisasi merupakan solusi yang baik, yang tidak hanya dijadikan sebagai tempat koordinasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menyampaikan keluh kesah.
“Karena sebelumnya teman-teman sempat kehilangan arah, tahun ini difokuskan agar mereka punya ruang curhat dan koordinasi, baik melalui pendamping yang ditentukan maupun forum UKM,” ucapnya.
Lebih lanjut, Samsudin menilai, ormawa mempunyai peran yang tidak hanya mengurus kebutuhan internal, tetapi juga dituntut untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Oleh sebab itu, setiap kebijakan dan program kerja organisasi, baik UKM, Unit Kegiatan Khusus (UKK), SEMA, DEMA, ataupun LO diharapkan dapat searah dengan tujuan universitas.
“Ke depan, ormawa memiliki tanggung jawab besar, baik secara internal maupun di bidang kemahasiswaan, yang harus diselaraskan dengan visi universitas serta visi internal masing-masing organisasi,” pungkasnya.
Reporter: Dinda Maulida | Fotografer: Lulu Khoirun Nisa | Editor: Laila Nurrahma | Publisher: Muhammad Naufal
Dokumentasi:





