Ketekunan Belajar Jadi Kunci Muhammad Abdul Ghofur Raih Predikat Wisudawan Terbaik FST UIN Jakarta
Gedung Kemahasiswaan, Cerita Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Muhammad Abdul Ghofur, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik UIN Jakarta dari FST pada wisuda ke-140. Prestasi ini berhasil diraihnya berkat ketekunan dalam menjalani perkuliahan serta keterlibatannya yang aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri selama masa studi.
Selama menempuh pendidikan, Ghofur aktif mengikuti berbagai kompetisi matematika yang sejalan dengan bidang studinya. Prestasi yang paling berkesan baginya adalah saat ia berhasil membawa pulang medali perak pada ajang Mathematical Analysis and Geometry Day 2024 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selain aktif mengikuti kompetisi di bidang matematika, Ghofur juga terlibat dalam Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) periode 2024/2025 sebagai staf Departemen Media dan Informasi. Tak hanya itu, ia juga aktif mengikuti berbagai kepanitiaan kampus serta seminar guna memperluas wawasan dan mengembangkan keterampilannya.
“Di sini saya lumayan sering mendesain dan belajar fotografi. Saya juga sering ikut kepanitiaan kampus dan biasanya ditempatkan di divisi PDD. Di luar itu, saya memanfaatkan seminar atau studium generale dari prodi untuk menambah wawasan, serta mengikuti course online di bidang machine learning dan data science melalui platform seperti Dicoding dan Digitalent,” jelas Ghofur, Kamis (4/6).
Di balik pencapaiannya sebagai Wisudawan Terbaik UIN Jakarta, Ghofur mengaku sempat mengalami mengalami kesulitan pada awal perkuliahan karena harus menghadapi sejumlah mata kuliah keagamaan yang tidak banyak ditemuinya saat di sekolah. Namun, berkat kegigihan dan kedisiplinannya dalam mengikuti setiap perkuliahan, ia mampu beradaptasi hingga akhirnya menorehkan prestasi membanggakan.
Ghofur mengungkapkan, ia bukan lulusan dari pesantren maupun madrasah. Pada awal perkuliahan, ia terkejut dengan adanya mata kuliah keagamaan yang perlu dipelajari. Selain itu, mata kuliah di Prodi Matematika juga cukup menantang.
“Sehingga kalau di kelas, usahakan fokus mendengarkan dosen dan jangan sampai meleng. Di luar itu, saya memperbanyak latihan soal, terutama untuk mata kuliah yang berat secara konsep,” tuturnya.
Ghofur menjelaskan, ketekunan belajar menjadi kunci utama dalam meraih hasil akademik yang baik. Selama perkuliahan, ia berusaha aktif mengikuti kelas, bertanya kepada dosen ketika menemui materi yang belum dipahami, serta rutin belajar bersama teman-temannya menjelang ujian.
“Kalau ada materi yang belum jelas, saya cari referensi tambahan atau langsung tanya ke dosen yang bersangkutan. Lalu sebelum ujian, saya rutin belajar bareng teman-teman. Lewat diskusi ini, materi jadi lebih mudah dipahami karena kita bisa saling menjelaskan dari sudut pandang yang berbeda,” ungkapnya.
Selain rajin belajar, Ghofur juga selalu mengiringi usahanya dengan doa dan ibadah. Ia berusaha mengatur waktu dengan baik agar dapat menyeimbangkan antara kuliah, pengembangan diri, dan waktu istirahat. Menurutnya, menjaga kesehatan fisik dan mental sama pentingnya dengan meraih prestasi akademik.
Menurut Ghofur, prestasi akademik bukan sekadar soal nilai, tetapi juga menjadi indikator pemahaman seseorang terhadap konsep yang dipelajari selama perkuliahan. Dengan pemahaman yang kuat, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan mampu menerapkan ilmunya secara tepat.
Ghofur menambahkan, perkuliahan itu ibarat bekal untuk dunia kerja nanti, nilai akademik adalah salah satu bukti kalau kita paham konsep teorinya. Ilmu-ilmu itu sekarang langsung ia terapkan di pekerjaannya yang kebetulan bergerak di bidang AI dan data.
“Jadi transisi dari dunia akademik ke industri terasa cukup natural karena dasar-dasarnya sudah dibentuk selama kuliah,” jelasnya.
Keberhasilan Ghofur meraih predikat wisudawan terbaik tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. Ia mengaku doa dan dukungan orang tua, bimbingan para dosen, serta lingkungan pertemanan yang positif turut berperan besar dalam perjalanan akademiknya.
Lebih lanjut, Ghofur berpesan bahwa belajar merupakan hal yang penting, tetapi harus dijalani secara seimbang dan disertai tujuan yang jelas. Menurutnya, beristirahat sejenak saat merasa lelah bukanlah sebuah masalah, asalkan konsisten mengejar target yang telah ditetapkan.
Di akhir wawancara, Ghofur menyampaikan, belajarlah secukupnya. Akademik itu memang penting, tapi pengalaman di luar kelas juga tidak kalah berharga. Jadi pertimbangkan baik-baik apa yang menjadi target ke depan. ”Kalau sedang merasa capek atau jenuh, selalu ingat-ingat lagi apa alasan awal kalian dulu memutuskan untuk berkuliah. Kita semua orang hebat,” pungkasnya.
Reporter: Alfiah Ziha Rahmatul Laili |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi: