Ketua Hiqma UIN Jakarta Rasakan Dampak Ikut UKM dalam Pengembangan Diri Mahasiswa
Gedung Kemahasiswaan, Kisah Inspiratif Mahasiswa – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (Hiqma) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni Islami dan Al-Qur’an. Salah satu mahasiswa yang aktif mengembangkan diri di UKM Hiqma adalah Muhammad Haikal Hibrizi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) angkatan 2023.
Sebelum aktif di tingkat universitas, Haikal telah memiliki pengalaman organisasi sejak jenjang sekolah dan pesantren. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS MTsN 13 Jakarta, Bendahara Koordinator Pramuka Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory, hingga Koordinator Biro Keagamaan PMII Rayon PAI.
Sebagai Ketua UKM Hiqma, Haikal mengaku bergabung dengan organisasi tersebut karena ingin berada di lingkungan yang positif dan dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Pengembangan potensi di Hiqma melalui sistem pendidikan dan pembinaan yang terstruktur, organisasi ini tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan nilai kebersamaan bagi para anggotanya.
“Saya masuk Hiqma karena ingin mendapatkan lingkungan yang positif dan mencintai Al-Qur’an, belajar hadrah, belajar mengelola organisasi, serta mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya pada Senin (11/05).
Selama aktif di Hiqma, Haikal mengaku memperoleh banyak pengalaman baru dalam pengembangan diri maupun organisasi. Menurutnya, organisasi menjadi ruang belajar untuk membangun karakter kepemimpinan dan kemampuan manajerial.
“Saya jadi mengetahui bagaimana caranya mengelola organisasi yang baik, memahami detail pelaksanaan acara, dan belajar menjadi sosok pemimpin yang ideal di hadapan anggota,” jelasnya
Menurut Haikal, Hiqma tidak hanya mengembangkan kemampuan seni Islami, tetapi juga membentuk berbagai keterampilan yang mendukung kehidupan akademik dan profesional mahasiswa. Beberapa kemampuan yang dipelajari di antaranya public speaking, problem solving, manajemen waktu, hingga nilai kebersamaan.
“Nilai yang didapatkan di Hiqma itu mulai dari nilai ke-Al-Qur’anan, kepemimpinan, kebersamaan, sampai skill public speaking dan problem solving,” ungkapnya.
Selama aktif di Hiqma, Haikal juga berhasil meraih sejumlah prestasi, baik di bidang organisasi maupun akademik. Pada 2025, ia memperoleh penghargaan Best Jingle dalam Festival Banjari, serta meraih Juara 3 Public Speaking pada acara Pestapora PAI 2024.
“Prestasi itu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memotivasi saya untuk terus berkembang,” katanya.
Di tengah aktivitas organisasi yang padat, Haikal tetap berupaya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan organisasi melalui manajemen waktu yang disiplin.
“Saya selalu membuat daftar tugas sebagai ketua dan mahasiswa, lalu menentukan kapan fokus organisasi dan kapan fokus mengerjakan tugas kuliah,” jelasnya.
Sebagai Ketua Hiqma, Haikal menilai proses pembelajaran kepemimpinan tidak terlepas dari dukungan anggota dan lingkungan organisasi. Menurutnya, komunikasi dan penyelesaian masalah menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Saya belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan baik dan menyelesaikan permasalahan melalui anggota-anggota Hiqma,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan kampus juga menjadi faktor penting dalam perkembangan dirinya maupun organisasi. Ia menilai UIN Jakarta telah memberikan ruang yang cukup besar bagi UKM untuk berkembang.
“Kampus sangat berperan, baik melalui dosen di kelas maupun dukungan kemahasiswaan dan Forum UKM untuk pengembangan organisasi,” tuturnya.
Ke depan, Haikal berharap kepemimpinannya mampu memberikan dampak positif bagi anggota Hiqma dan lingkungan kampus. Ia juga ingin melanjutkan program Wisuda Tahfizh Akbar sebagai salah satu program unggulan organisasi.
“Saya ingin Hiqma menjadi lebih baik lagi dan program Wisuda Tahfizh Akbar bisa terus berjalan untuk penerus Hiqma selanjutnya,” pungkasnya.
Reporter: Syahru Alfin Arsyada |Editor : Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
