Kisah Wisudawan Akmal Widadintya Jadikan UKM PSM sebagai Ruang Tumbuh dan Prestasi
Kisah Wisudawan Akmal Widadintya Jadikan UKM PSM sebagai Ruang Tumbuh dan Prestasi

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Perjalanan kuliah tidak selalu ditentukan oleh pencapaian akademik semata. Bagi Akmal Widadintya Muhammad, wisudawan ke-140 Program Studi (Prodi) Teknik Informatika angkatan 2020, pengalaman berorganisasi justru menjadi ruang untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di tingkat internasional. 

Wisudawan yang dahulunya aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta ini berhasil meraih penghargaan sebagai Wisudawan Berprestasi Non-Akademik Kategori Prestasi Internasional Terbaik Bidang Olahraga dan Seni Budaya pada Yudisium ke-140 Fakultas Sains dan Teknologi. 

Akmal yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum UKM PSM periode 2023-2024, mengaku telah memiliki ketertarikan pada bidang seni sejak duduk di bangku sekolah menengah. Ketertarikan itu kemudian membawanya bergabung dengan UKM PSM sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan bermusik selama masa perkuliahan. 

“Karena pada saat di SMA saya sudah mengikuti ekstrakurikuler paduan suara sehingga saya berniat melanjutkannya. Selain itu saya juga bermimpi dapat mengikuti kontestasi paduan suara baik tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Akmal saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Sabtu (6/6).  

Salah satu pencapaian yang berhasil diraih Akmal adalah memperoleh Gold Medal pada ajang 2nd Thailand International Choral Festival, untuk kategori Mixed Adult Choir dan Folksong yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada 31 Agustus hingga 2 September 2025. 

Menurut Akmal, mahasiswa perlu aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan di luar ruang kelas. Ia menilai dunia kerja saat ini tidak hanya melihat kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman organisasi, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan interpersonal yang diperoleh selama kuliah. 

“Di era yang semakin kreatif ini, banyak perusahaan merekrut calon karyawan tidak hanya berdasar pada kemampuan akademik semata. Pengalaman organisasi menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan. Perlu bagi mahasiswa untuk bisa menjaring sebanyak mungkin ilmu terutama dengan mengikuti organisasi tanpa mengesampingkan capaian penilaian-penilaian akademik yang ada,” jelasnya. 

Meski demikian, Akmal mengakui menjaga keseimbangan antara perkuliahan dan organisasi bukanlah hal yang mudah. Ia pernah lebih memprioritaskan kegiatan organisasi dibandingkan akademik karena tingginya rasa ingin tahu terhadap berbagai aktivitas yang dijalani. Namun, sebuah nasihat dari senior menjadi pengingat penting baginya selama menjalani perkuliahan. 

“Seharusnya penempatan prioritas organisasi dibanding akademik ini tidak boleh terjadi. Ada satu pesan dari senior yang akhirnya menyadarkan saya, bahwa yang membawa saya ke UIN Jakarta adalah untuk berkuliah, bukan untuk berorganisasi. Jadi utamakan akademik terlebih dahulu, baru isi sebagian waktu kosong dengan berorganisasi,” kata Akmal. 

Setelah kelulusannya, Akmal berpesan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan memperluas relasi dan pengalaman. Menurutnya, jaringan yang dibangun selama kuliah tidak seharusnya terbatas pada lingkungan Prodi, melainkan dapat diperluas melalui organisasi kemahasiswaan. 

Akmal menambahkan, ada pesan dari Dosen Pembimbing Akademiknya bahwa teman satu jurusan kelak akan menjadi kompetitor dalam dunia kerja. Dari situ ia memahami bahwa relasi yang ia butuhkan tidak boleh hanya sebatas pada teman satu Prodi. 

“Banyak cara untuk kalian bisa mendapatkannya, yang terpenting tentukan batasan, mana yang hak dan bathil serta tetap mengedepankan kuliah sebagai main quest dan organisasi sebagai side quest,” tutup Akmal. 

Reporter: Mustika Pertiwi |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby 

Dokumentasi:
wq