KKN in Campus Kemahasiswaan Perkuat Layanan Informasi Kampus Lewat Konten Kreatif
KKN in Campus Kemahasiswaan Perkuat Layanan Informasi Kampus Lewat Konten Kreatif

Gedung kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kini tidak hanya melakukan KKN dengan cara pengabdian di desa - desa terpencil, tetapi juga terjun langsung membantu mengembangkan sistem internal kampus melalui program KKN in Campus. Salah satu unit yang menjadi tempat KKN adalah Kemahasiswaan, program yang berlangsung selama satu semester ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola layanan mahasiswa melalui pendekatan digital dan kreatif.

Ketua Tim Kemahasiswaan UIN Jakarta, Muhammad Furqon, menjelaskan, konsep KKN in Campus kemahasiswaan adalah pengabdian berbasis penguatan tata kelola layanan. Hal ini berbeda dengan KKN reguler yang fokus pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat luas. KKN in Campus menitikberatkan pada pemberdayaan sistem internal kampus agar lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

“Volume layanan kami sangat besar, mencakup lebih dari 30 ribu mahasiswa dan 22 organisasi mahasiswa (Ormawa). Kehadiran mahasiswa KKN menjadi energi tambahan untuk memastikan informasi beasiswa dan prestasi tersampaikan dengan cepat dan akurat,” ujar Furqon, Pada Sabtu (25/4/2026).

Selain itu, Furqon juga menyampaikan bahwa pihak Kemahasiswaan merasakan dampak positif dari kehadiran para mahasiswa KKN. Ia mencatat adanya peningkatan produktivitas unit, dimana pembaruan informasi kini maksimal dilakukan dalam 1x24 jam lengkap dengan infografis, sehingga mengurangi pertanyaan berulang dari mahasiswa. 

Sebagai Ketua Tim Kemahasiswaan, Furqan memiliki rencana jangka panjang, yaitu menyiapkan roadmap pengembangan program KKN kemahasiswaan. Ia menyampaikan, tahun ini pihak kampus menargetkan standarisasi melalui penyusunan buku saku KKN in Campus, serta berencana membuka klaster spesialisasi seperti Klaster Advokasi Anti Kekerasan Seksual dan Klaster Media pada tahun 2027. 

Dalam kesempatan tersebut, Furqon  memperjelas perbedaan peran antara mahasiswa KKN dengan program internship yang juga ada di kemahasiswaan. Menurutnya, meskipun keduanya tampak serupa, ada perbedaan mendasar dari sisi orientasi kerja.

"KKN sifatnya pengabdian berbasis program inovasi. Mereka dituntut menciptakan solusi melalui program baru, seperti memproduksi konten kreatif atau memperbaiki sistem layanan. Sementara itu, Internship lebih difokuskan pada bantuan operasional harian media sosial kemahasiswaan dan teknis birokrasi rutin," jelas Furqon.

Ketua KKN in Campus unit Kemahasiswaan Hani Sausan Alya, , mengungkapkan bahwa fokus utama timnya adalah mengemas informasi birokrasi yang kurang dijangkau menjadi konten yang mudah diakses oleh mahasiswa melalui media sosial. Salah satu program unggulan yang telah diproduksi adalah serial film pendek (short movie) berjudul “Behind the Dream” yang ditayangkan di kanal YouTube Kemahasiswaan.

“Kami ingin memberikan dampak langsung ke kampus. Kami membuat konten seperti short movie tentang beasiswa KIP dan program go green. Tujuannya agar informasi penting tidak hanya diam di dokumen, tapi dekat dan mudah digapai oleh mahasiswa melalui media sosial,” ungkap Hani, Senin (27/4/ 2026).

Hani menjelaskan, di awal dirinya menghadapi tantangan besar, yaitu dalam manajemen waktu antara jadwal kuliah dan proses produksi konten yang kompleks. Namun setelah berjalannya waktu, ia bisa beradaptasi dan menilai bahwa pengalaman ini sangat berharga bagi pengembangan kepemimpinannya.

”Semoga program ini tidak hanya menjadi syarat kelulusan SKS, tetapi menjadi laboratorium kepemimpinan yang mencetak kader yang memahami cara kerja institusi serta memiliki rasa pengabdian yang tinggi terhadap almamater,” Harapnya.

Reporter: Ahmad Ivan Abid Nugroho |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby