Kolaborasi Tiga Mahasiswa UIN Jakarta Antar Raih Juara Dua National Islamic Fintech Olympiad 2025
Kolaborasi Tiga Mahasiswa UIN Jakarta Antar Raih Juara Dua National Islamic Fintech Olympiad 2025

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online — Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil meraih juara dua dalam ajang National Islamic Fintech Olympiad 2025 yang berlangsung pada Jumat, (19/12/2025) di Auditorium Unit 3 Perbanas Institute. Ketiga mahasiswa tersebut tergabung dalam satu tim yang beranggotakan: Ratu Rizka Ayu Putri, Hasby Cholili, dan Afrida Luthfiany. 

Salah satu anggota tim, Ratu Rizka Ayu Putri, menyatakan, tim terbentuk karena ketiganya sudah saling mengenal dan pernah bekerja sama dalam perlombaan serupa. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat mereka memahami karakter, cara kerja, serta kelebihan masing-masing anggota.

“Karena sebelumnya sudah pernah satu tim, kami sudah memahami karakter dan cara kerja masing-masing, jadi kerja samanya lebih mudah,” ujarnya saat diwawancarai via Instagram Selasa, (20/01/2025).

Ratu  menjelaskan, keputusan mengikuti National Islamic Fintech Olympiad 2025 didasari oleh ketertarikan tim terhadap bidang financial technology (fintech) syariah. Selain itu, lanjutnya, tim juga berkeinginan untuk menambah pengalaman dan kemampuan melalui kompetisi yang relevan.

“Kami tertarik dengan fintech syariah dan ingin mengembangkan kemampuan serta pengalaman lewat lomba ini,” ungkapnya..

Terkait persiapan lomba, Ratu  menuturkan, waktu yang dimiliki tim terbilang singkat, yakni kurang dari satu minggu. Meski demikian, tim memfokuskan persiapan pada pendalaman materi inti, diskusi intensif, dan latihan soal bersama.

“Persiapannya memang singkat, tapi kami fokus ke materi inti dan banyak diskusi supaya pemahaman kami seimbang,” jelasnya.

Anggota tim lainnya, Hasby Cholili, mengutarakan bahwa strategi utama yang digunakan tim adalah latihan soal secara berulang dan terstruktur. Ia menambahkan, tim juga mendalami undang-undang serta regulasi yang berkaitan dengan fintech syariah sebagai penguatan pemahaman.

“Kami menyusun soal sendiri, lalu dibahas bersama. Kami juga menghafal dan memahami regulasi yang berkaitan dengan fintech,” ujar Hasby saat diwawancarai via Instagram Selasa, (20/01/2025).

Dalam menyeimbangkan persiapan lomba dengan aktivitas akademik, Hasby memaparkan, tim menyepakati waktu belajar bersama secara konsisten. Ia menyebutkan, tim kerap belajar dengan intensif dalam sehari.

“Kami biasanya belajar bareng  delapan sampai sepuluh jam. Fokus latihan soal dan diskusi tanpa distraksi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim lainnya, Afrida Luthfiany, menegaskan, kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus ruang belajar untuk memahami perkembangan fintech syariah. Menurutnya, prestasi yang diraih menjadi motivasi bagi tim untuk terus belajar dan mengembangkan diri ke depan.

“Ini jadi motivasi buat kami supaya terus berkembang dan tidak cepat puas,” pungkasnya.

Reporter: Anugrah Indah Arani | Fotografer: Tim NIFO | Editor : Muhammad Naufal