Lewat Kisah "Tole si Lutung Jawa", Delegasi UIN Jakarta Sabet Kemenangan di Water Youth Challenge 2026
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Delegasi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengukir prestasi gemilang dalam ajang Water Youth Challenge 2026. Kompetisi internasional yang dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2026 lalu ini merupakan bagian dari Water Impact Week Festival yang diselenggarakan oleh Nuffic Southeast Asia di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Jakarta.
Dalam tantangan tersebut, sebanyak 11 mahasiswa delegasi UIN Jakarta berkolaborasi dengan mahasiswa IPB University untuk merancang kampanye lingkungan. Hasilnya, tim gabungan ini berhasil keluar sebagai pemenang berkat pendekatan unik bernama Life-Centred Design, yaitu melihat krisis air dari sudut pandang makhluk hidup non-manusia.
Salah satu anggota delegasi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia UIN Jakarta, Latifah Asmarani, menjelaskan bahwa kompetisi ini sangat menuntut efisiensi karena setiap tim hanya diberikan waktu 120 menit untuk menyusun konsep dan membuat poster ukuran A1 dari nol. Di akhir sesi, tim hanya memiliki waktu satu menit untuk melakukan presentasi dihadapan juri.
"Isu diangkat adalah krisis air bersih di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, akibat intrusi air laut dan abrasi. Yang membuat pendekatan kami berbeda, kami melihat isu itu dari sudut pandang Lutung Jawa yang kehilangan akses terhadap lingkungan hidup yang layak. Lewat persona akun media sosial @tole.log, kami membawa tagline 'The water remains, the life does not' ," ujar Latifah, Minggu (17/5).
Latifah menambahkan, keunggulan timnya terletak pada kekuatan narasi dan kedekatan emosional, bukan sekadar memaparkan data atau menawarkan solusi teknis instan yang mustahil matang dalam waktu dua jam. Kerja sama tim yang solid dan riset awal mengenai kondisi Muara Gembong menjadi kunci keberhasilan mengatasi tekanan waktu dan tantangan presentasi berbahasa Inggris.
Sementara itu, salah satu anggota delegasi dari Prodi Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, Adzra Muthiani, mengaku sempat merasa kesulitan. Sebagai mahasiswi studi Islam, ia ditantang untuk mampu menyesuaikan diri dengan tema alam, lingkungan, serta penggunaan bahasa Inggris yang intens bersama para penutur asing (foreign people) di lokasi acara.
"Bagaimana cara saya menyesuaikan pengetahuan terkait lingkungan yang mana latar belakang sayai adalah Dirasat Islamiyah. Namun, kami diarahkan mengambil sudut pandang primata bernama Tole yang merasakan sulitnya hidup tanpa air bersih. Tujuannya agar kita sebagai manusia sadar bahwa bukan kita saja yang butuh kehidupan layak, tapi ada makhluk lain yang berdampingan dengan kita," papar Adzra, Senin (18/5).
Adzra mengakui sempat ada kekurangan dalam persiapan media visual karena gambar lutung tidak disajikan secara eksplisit. Kendati demikian, kelompok mereka tetap unggul karena tim-tim pesaing lainnya banyak yang terkendala manajemen waktu hingga gagal menyelesaikan poster secara rapi.
Adzra menjelaskan, sebagai bentuk apresiasi atas kemenangan ini, delegasi UIN Jakarta mendapatkan hadiah berupa paket perjalanan dinas dan observasi langsung ke kawasan konservasi di Muara Gembong. Kesempatan ini dinilai sangat bermakna karena tim dapat melihat langsung komunitas dan habitat yang menjadi inspirasi karya mereka.
"Kesadaran mahasiswa soal lingkungan mulai meningkat, tapi kadang masih berhenti di level diskusi atau media sosial saja. Harapannya, mahasiswa UIN bisa lebih sering turun langsung ke lapangan. Minimal, kita sadar bahwa air bersih itu sangat berharga dan berhenti membuang-buang air untuk hal yang tidak penting," pungkas Adzra.
Reporter: Ahmad Ivan Abid Nugroho |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi:



