LPM Institut Bekali Karier Anggota di Bidang Media dan Jurnalistik
LPM Institut Bekali Karier Anggota di Bidang Media dan Jurnalistik

Gedung Kemahasiswaan - Berita Kemahasiswaan Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan UKM yang bergerak di bidang media dan jurnalistik. UKM ini didirikan pada tahun 1984 oleh Safari Ans dan rekannya Sudirman Teba dengan nama Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) Institut.

Ketua Umum LPM Institut periode 2026, sekaligus Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi angkatan 2024, Ahmad Zaidan Hafidz, menjelaskan, sejak awal berdiri, LPM Institut telah berkomitmen untuk tampil mengusung semangat idealisme. Hal ini bertujuan dalam rangka menyuarakan aspirasi rakyat dengan format yang berpihak terhadap kaum lemah, menjadi penjaga kekuasaan, dan melindungi keutuhan demokrasi dengan menyediakan forum-forum opini publik. 

“Setidaknya tujuan tersebut telah dijalankan LPM Institut dari awal berdiri sampai saat ini baik dalam ruang lingkup kampus maupun nasional,” ujar Zaidan, Senin (25/5).

Pada periode kepengurusannya, Zaidan menjelaskan bahwa visi utama yang diusung adalah mewujudkan LPM Institut sebagai media alternatif yang berdampak dengan berlandaskan prinsip integritas, kritis, dan inovatif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan wadah yang mampu mengembangkan insan pers yang kompeten dan lingkungan yang mengedepankan inklusivitas.

Selain itu, Zaidan menyebut bahwa LPM Institut terbuka bagi seluruh mahasiswa, baik yang sudah memiliki kemampuan menulis maupun mahasiswa yang ingin belajar jurnalistik dari nol. Menurut Zaidan, organisasi ini memiliki tahapan pendidikan berjenjang yang dirancang untuk mengasah kemampuan anggota secara bertahap dan terstruktur.

“Calon anggota akan mengikuti Pelatihan jurnalistik tingkat dasar hingga jurnalistik tingkat lanjut. Jadi setiap jenjangnya juga ada tugas, ada tujuannya, ada targetnya dan memenuhi target itu untuk meneruskan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaidan mengatakan, keseharian anggota LPM Institut berfokus pada produksi berita dan pengembangan produk jurnalistik. Menurutnya, aktivitas menerbitkan berita setiap hari menjadi program unggulan utama organisasi karena dampaknya dapat langsung dirasakan oleh mahasiswa.

“Sehari-hari kita nerbitin berita, kita ngasih tau informasi ke mahasiswa, dan itu adalah program kerja unggulan kita,”

Selain memproduksi berita, Zaidan juga mengatakan bahwa LPM Institut rutin menggelar diskusi publik setiap tahunnya, juga pembuatan tabloid yang nantinya akan disebar dan didistribusikan ke berbagai fakultas hingga perpustakaan kampus agar informasi dapat diakses lebih luas oleh mahasiswa. 

Lebih lanjut, Zaidan mengatakan bahwa mayoritas lulusan LPM Institut berkarier di bidang media, baik media nasional maupun mendirikan media sendiri.

Senada dengan pernyataan tersebut, alumni LPM Institut, Ade Alawi, lulusan Prodi Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan tahun 1995, saat ini ia bekerja di media Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ia mendapat banyak pengalaman selama aktif di LPM Institut, seperti menulis, liputan, wawancara, komunikasi persuasif, dan human relationship.

Selain itu, Ade juga menyebut skill yang dipelajadi dari LPM Institut sangatlah relevan bagi dunia kerja. Menurutnya, hal tersebut mencakup keterampilan teknis jurnalistik, hingga budaya berpikir kritis, mandiri dan inovatif.

Skill-skill tersebut menjadi modal dasar karena terbentuknya kemampuan yang bersifat kognitif, apektif, dan psikomotor,” pungkas Ade.

Reporter: Siti Julfa Fitriyah  |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby