Mahasiswa FITK UIN Jakarta Ukir Prestasi di Ajang Singing Nasional ECOMP 2026
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) semester enam, Aqillah Nuhaa Widayawan, berhasil meraih Juara Satu Nasional kategori singing dalam ajang English Competition (ECOMP) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kompetisi tersebut berlangsung sejak 18 April hingga 15 Mei 2026.
Aqillah berhasil lolos hingga babak final setelah melewati tahap seleksi berupa pengunggahan video penampilan di media sosial. Final lomba selanjutnya dilaksanakan di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ pada 15 Mei 2026.
Dalam kompetisi itu, Aqillah membawakan lagu “Part of That World” yang dinyanyikan oleh Halle Bailey dalam film Disney The Little Mermaid. Ia mengaku memilih lagu tersebut karena menyukai makna yang terkandung di dalamnya sekaligus merasa lagu itu sesuai dengan karakter vokalnya.
“Alasan saya memilih lagu ini karena saya suka makna dari lagunya dan lagu ini juga salah satu lagu favorit saya,” ujar Aqillah saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Minggu (17/05).
Ketertarikan Aqillah terhadap bernyanyi sebenarnya sudah muncul sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Namun, saat itu ia hanya menjadikan bernyanyi sebagai hobi dan belum menekuninya secara serius. Keinginannya mengikuti perlombaan muncul karena ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.
“Sebelumnya saya pernah mengikuti kompetisi menyanyi tetapi belum berhasil meraih kemenangan. Dari pengalaman itu saya ingin kembali menantang diri saya untuk lebih berusaha dan memberikan yang terbaik,” jelasnya.
Sebagai persiapan menghadapi lomba, Aqillah memilih lagu yang sesuai dengan tipe suara dan karakter dirinya. Ia juga mengaku sering mengulang lagu tersebut di waktu senggang maupun saat perjalanan menuju kampus agar lebih memahami lirik yang dibawakannya.
Dalam proses perlombaan, Aqillah sempat menghadapi beberapa tantangan, terutama saat mengatur napas ketika merasa gugup di atas panggung. Selain itu, ia juga pernah mengalami kesulitan menjaga tempo lagu saat bernyanyi. Meski begitu, ia berusaha mengatasi rasa grogi dengan menenangkan diri, berdoa, serta mencoba menikmati suasana panggung saat tampil.
“Tantangan terbesar saya itu mengatur napas ketika grogi dan kadang mendahului tempo lagu. Tapi sebelum tampil saya mencoba menenangkan diri dan menikmati panggung,” katanya.
Menurut Aqillah, kekuatan utama dalam penampilannya berada pada cara dirinya menyampaikan makna lagu kepada penonton dan juri. Ia berusaha membangun interaksi melalui ekspresi wajah, intonasi, serta gerakan tangan selama tampil di atas panggung.
Selain usaha pribadi, ia juga merasa banyak mendapat dukungan dari keluarga dan teman-temannya. Dukungan itu menjadi motivasi untuk terus percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
“Mereka selalu bilang kalau saya pasti bisa dan harus menunjukkan bakat yang saya punya. Dari situ saya belajar untuk percaya pada diri sendiri,” ujarnya.
Keberhasilan meraih juara tersebut tidak membuat Aqillah cepat merasa puas. Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi lain, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Saya ingin terus berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, serta bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Reporter: Dinda Maulida |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
