Mahasiswa Internasional Pilih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Destinasi Studi di Indonesia
Mahasiswa Internasional Pilih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Destinasi Studi di Indonesia

Gedung Kemahasiswaan, Cerita Mahasiswa - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak hanya menjadi tujuan studi bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menarik minat mahasiswa internasional. Berdasarkan keterangan resmi Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) UIN Jakarta pada tahun 2024, tercatat bahwa mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di UIN Jakarta berasal dari 19 negara. Data ini menunjukkan UIN Jakarta memiliki daya tarik internasional serta menguatnya posisi universitas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi. 

Salah satunya, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi angkatan 2023, Solahuddin Chedueramae, yangberasal dari Patani, Thailand Selatan. Ia mengungkapkan bahwa latar belakang budaya Melayu dan identitasnya sebagai seorang muslim menjadi alasan utama memilih UIN Jakarta sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

“Saya memilih UIN Jakarta karena saya seorang muslim dan berasal dari Patani, Thailand Selatan. Budaya dan lingkungan di Indonesia terasa lebih dekat dengan latar belakang saya,” ujarnya, Rabu (20/05).

Sebelum datang ke Indonesia, Solahuddin telah mengenal UIN Jakarta melalui cerita para alumni yang pernah menempuh pendidikan di Indonesia. Menurutnya, UIN Jakarta dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi Islam negeri yang memiliki reputasi baik dan menjadi pilihan banyak mahasiswa dari luar negeri.

Solahuddin mengungkapkan, saat pertama kali tiba di Indonesia, ia mengaku cukup terkejut dengan berbagai perbedaan budaya yang ditemuinya. Kebiasaan masyarakat, lingkungan sekitar, hingga makanan yang berbeda dengan negara asal menjadi pengalaman baru yang harus dihadapi. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia melalui interaksi sosial dan pengalaman sehari-hari.

Dalam proses perkuliahan, Solahuddin mengaku sempat menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait penggunaan Bahasa Indonesia dalam pembelajaran. Kendala bahasa membuatnya beberapa kali mengalami kesulitan memahami materi perkuliahan dan informasi akademik yang disampaikan di kelas. Meski demikian, ia terus berusaha menyesuaikan diri dan mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.

Menurut Solahuddin, salah satu keunikan UIN Jakarta adalah kemampuannya mengintegrasikan ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan umum dalam proses pembelajaran. Selain itu, keberadaan Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) juga dinilai sangat membantu mahasiswa internasional ketika menghadapi berbagai kendala selama menjalani studi.

Selama berkuliah di UIN Jakarta, pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program tersebut, ia memperoleh kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia lebih dekat sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“KKN menjadi pengalaman yang paling berkesan karena saya bisa belajar banyak tentang budaya Indonesia dan mengenal masyarakat secara langsung,” katanya.

Selain pengalaman akademik, Solahuddin juga mengaku senang dapat berteman dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, keberagaman budaya yang ada di lingkungan kampus menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan dan pemahamannya terhadap Indonesia.

Di akhir wawancara, ia berpesan kepada calon mahasiswa internasional agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang ke Indonesia, terutama dalam hal mental dan kemampuan berbahasa Indonesia.

“Kuatkan mental dan pelajari Bahasa Indonesia terlebih dahulu agar proses adaptasi dan pembelajaran menjadi lebih mudah,” pesannya.

Pengalaman berbeda juga dirasakan oleh Mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 asal Gambia Fatou Sanneh. Berbeda dengan Solahuddin yang memilih UIN Jakarta karena kedekatan budaya dan agama, Fatou mengenal kampus ini melalui rekomendasi keluarga yang melihat keberhasilan para alumni UIN Jakarta dalam membangun karir mereka.

“Melihat keberhasilan para lulusan UIN Jakarta dalam karir mereka membuat saya dan keluarga yakin bahwa kampus ini adalah pilihan yang tepat,” ungkapnya, Jumat (29/05).

Sebelum datang ke Indonesia, Fatou telah mengetahui bahwa UIN Jakarta merupakan salah satu universitas Islam terkemuka yang memadukan pendidikan akademik dengan nilai-nilai keislaman. Ia memahami bahwa lingkungan kampus dibangun diatas pondasi agama yang kuat, sehingga menjadi salah satu alasan yang semakin menguatkan pilihannya untuk berkuliah di UIN Jakarta.

Kesan positif langsung dirasakan Fatou ketika pertama kali tiba di Indonesia. Menurutnya, keramahan masyarakat Indonesia menjadi hal yang paling membekas selama masa awal adaptasi. Selain itu, ia juga terkesan dengan banyaknya fasilitas ibadah yang tersedia di lingkungan kampus.

“Saya sangat terkesan karena hampir di setiap sudut kampus terdapat fasilitas untuk beribadah. Lingkungan seperti ini membuat saya merasa nyaman,” tuturnya.

Fatou menjelaskan bahwa proses adaptasinya berjalan cukup lancar karena terdapat banyak kesamaan nilai budaya dan agama antara Gambia dan Indonesia. Dukungan dari teman-teman dan dosen di lingkungan kampus juga membantunya menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui bahwa hambatan bahasa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya sebagai mahasiswa internasional. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari maupun perkuliahan membuatnya harus berusaha lebih keras untuk memahami materi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

“Hambatan bahasa menjadi tantangan terbesar saya. Saya harus berusaha lebih keras untuk memahami perkuliahan dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Fatou.

Di balik tantangan tersebut, Fatou menilai pengalaman akademiknya di UIN Jakarta telah memberikan banyak pelajaran berharga. Menurutnya, belajar di lingkungan internasional dengan latar belakang budaya yang beragam membuat cara pandangnya terhadap dunia menjadi lebih luas dan terbuka.

“Pengalaman belajar di sini membuat saya menjadi lebih terbuka terhadap berbagai perspektif dan memberikan banyak pelajaran berharga, baik secara akademik maupun pribadi,” katanya.

Tak hanya itu, Fatou juga menilai bahwa keunggulan utama UIN Jakarta terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter dan akhlak mahasiswa. Baginya, nilai-nilai Islam yang diajarkan tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dipersiapkan untuk dunia profesional.

“UIN Jakarta mengajarkan bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan dunia profesional,” ujarnya.

Selain itu, hubungan yang terjalin dengan mahasiswa lokal dan dosen menjadi salah satu pengalaman yang paling berharga selama masa studinya. Ia merasa mendapatkan banyak dukungan, baik dalam kegiatan akademik maupun kehidupan sosial di lingkungan kampus.

Fatou mengapresiasi keberagaman budaya yang ada di UIN Jakarta. Menurutnya, lingkungan kampus memberikan ruang bagi mahasiswa dari berbagai negara dan daerah untuk saling mengenal, belajar, dan menghargai perbedaan satu sama lain.

Di akhir wawancara, Fatou mengajak calon mahasiswa internasional untuk tidak takut menghadapi perbedaan budaya maupun bahasa ketika memilih Indonesia sebagai tujuan studi.

“Datanglah dengan pikiran terbuka dan jangan takut menghadapi perbedaan budaya maupun bahasa. Semua itu adalah bagian dari proses belajar yang akan membuat kita berkembang,” pesannya.

Reporter: Salsabila Azahra |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby

Dokumentasi:

int