Mahasiswa Nilai UKM Bukan Sekadar Aktivitas Kampus
Gedung Kemahasiswaan - Berita Kemahasiswaan Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dibentuk sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan kemampuan mahasiswa diluar kegiatan akademik melalui berbagai bidang, seperti seni, olahraga, keilmuan, jurnalistik, hingga kerohanian. Saat ini, terdapat 16 UKM dan 3 Lembaga Otonom (LO) yang menjalankan aktivitas kemahasiswaan di Gedung Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan yang juga aktif di UKM Teater Syahid, Titania Nelvi, mengatakan dirinya bergabung dengan UKM Teater karena ingin mengembangkan kemampuan di bidang seni pertunjukan. Ketertarikan pada dunia teater telah dimilikinya sejak sebelum memasuki bangku kuliah.
Titania menceritakan, sejak sebelum kuliah ia sudah tertarik dengan dunia seni pertunjukan. Dirinya ingin menjadi seseorang yang memiliki karya dan bisa terlibat langsung dalam proses kreatif sebuah pementasan.
“Ketika masuk kampus dan mengetahui ada UKM Teater Syahid, saya merasa tempat ini bisa menjadi ruang untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuan yang saya minati,” ujar Titan, Jumat (1/6).
Selama mengikuti kegiatan UKM, Titan mengaku memperoleh berbagai kemampuan baru, mulai dari public speaking, hingga keterampilan produksi pertunjukan. Menurutnya, proses latihan dan keterlibatan dalam produksi pementasan membuat dirinya belajar menghadapi berbagai situasi secara lebih disiplin dan terarah.
“Selama bergabung di UKM saya lebih percaya diri saat berbicara di depan umum, berpikir kritis, menyelesaikan masalah bersama tim, hingga manajemen waktu. Saya juga mendapat pengalaman dalam proses produksi pertunjukan yang sebelumnya belum pernah saya pelajari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Titan menilai lingkungan UKM sangat mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa karena setiap kegiatan dijalankan secara terstruktur dan memiliki perencanaan yang jelas. Menurutnya, anggota UKM dituntut untuk aktif, disiplin, dan mampu bekerja sama agar seluruh program dapat berjalan dengan baik.
“Di UKM kami tidak hanya berkumpul, tetapi benar-benar belajar menjalankan tanggung jawab bersama. Setiap kegiatan memiliki timeline dan pembagian tugas yang jelas, sehingga anggota terbiasa untuk disiplin dan saling mendukung dalam menyelesaikan pekerjaan,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang aktif di UKM Federasi Olahraga Mahasiswa (Forsa) bidang catur, Kayla. Ia mengatakan dirinya bergabung dengan UKM untuk memperluas relasi sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga.
“Alasan saya bergabung ingin mencari relasi dari berbagai jurusan dan mengembangkan skill serta potensi pada bidang tertentu,” ujar Kayla, Rabu (6/5).
Kayla menilai lingkungan UKM dapat menjadi wadah untuk memperluas jaringan dan mengembangkan kemampuan sesuai minat mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan UKM tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan, tetapi juga memberikan pengalaman organisasi serta melatih komunikasi dan kepemimpinan.
“Melalui UKM saya mendapatkan pengalaman baru, wawasan, dan juga soft skill maupun hard skill seperti leadership, komunikasi, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Kayla juga menilai UKM memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan perkuliahannya, terutama dalam memperluas relasi dengan mahasiswa dari berbagai jurusan. Menurutnya, kegiatan UKM turut memberikan manfaat dari sisi sosial maupun pendidikan nonformal.
“UKM sendiri banyak memberikan dampak positif terutama untuk kehidupan perkuliahan saya, saya mendapatkan banyak teman dari berbagai jurusan melalui ukm,” ujar Kayla.
Reporter: Siti Julfa Fitriyah |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
