Mahasiswa PBA FITK UIN Jakarta Raih Juara Dua Nasional Lomba Pidato Bahasa Arab
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online — Kejuaraan bahasa asing berhasil diraih oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) semester dua Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, yakni Muhammad Fatah Anbiya. Ia berhasil meraih Juara Dua Nasional lomba pidato bahasa Arab yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (HMJ PBA) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dalam ajang Hammasah 'Arabiyyah Festival (HARFEST) 6 pada 7 April 2026.
Melalui ajang lomba pidato bahasa Arab, Fatah berhasil menunjukkan kemampuannya dalam public speaking sekaligus menyampaikan pesan penting tentang urgensi bahasa Arab bagi umat Islam. Tema yang ia angkat yaitu أهمية اللغة العربية للمسلمين yang berarti “Pentingnya Bahasa Arab bagi Umat Islam.” Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap diterima tanpa proses penyaringan yang tepat.
“Di zaman yang semakin canggih dan cepat, kita tidak bisa hanya menelan mentah-mentah ilmu yang didapat di kelas atau dari konten media sosial, terutama dalam ranah agama. Karena itu, umat Islam penting memahami bahasa Arab agar bisa langsung merujuk pada sumber-sumber kitab klasik,” ujar Fatah saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Kamis (7/05/2026).
Ketertarikan Fatah terhadap dunia perlombaan sebenarnya sudah tumbuh sejak masih berada di pondok pesantren. Ia terbiasa mengikuti berbagai lomba kebahasaan seperti pidato, drama bahasa Arab, hingga esai bahasa Arab. Pengalaman itu terus ia lanjutkan ketika memasuki dunia perkuliahan.
“Bahasa itu harus terus dipraktikkan. Karena itu saya terus mencari lomba-lomba kebahasaan agar kemampuan bahasa Arab saya semakin berkembang,” jelasnya.
Keikutsertaannya dalam lomba pidato bahasa Arab juga didorong oleh latar belakang pendidikannya sebagai mahasiswa PBA. Menurutnya, mengikuti kompetisi menjadi salah satu cara untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Arab di depan publik.
Dalam menghadapi perlombaan, Fatah menilai kemampuan public speaking menjadi salah satu modal utama. Ia menekankan pentingnya penyampaian yang baik, penggunaan mimik wajah, body language, hingga pengaturan intonasi saat berbicara. Selain itu, rasa percaya diri juga menjadi faktor penting bagi peserta lomba.
“Tentunya harus percaya diri dan tidak insecure dengan lawan. Itu modal utama yang harus dimiliki peserta lomba,” katanya.
Meski begitu, perjalanan yang dijalani tidak selalu mudah. Fatah mengaku sempat menghadapi tantangan seperti rasa tidak percaya diri hingga jadwal perlombaan yang kerap beririsan dengan kegiatan kuliah. Namun, ia berusaha menghadapi setiap tantangan secara perlahan dengan dukungan dari orang-orang terdekat.
Menurut Fatah, keunikan dalam lomba pidato bukan hanya terletak pada tema yang dipilih, melainkan pada bagaimana isi pidato dan cara penyampaiannya mampu menarik perhatian pendengar. Ia juga mengapresiasi dukungan dari pihak kampus dan dosen yang terus memberikan motivasi kepada dirinya.
Ke depannya, Fatah memiliki target untuk selalu mengikuti berbagai perlombaan kebahasaan tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari setiap kompetisi dapat menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuan bahasa Arabnya.
“Semoga semua pengalaman itu menjadi proses terbaik dalam perjalanan saya mempelajari bahasa Arab,” tutupnya.
Reporter: Dinda Maulida |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
