Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Jakarta Menembus Seleksi Beasiswa Rumah Zakat
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online - Salah satu mahasiswi Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta, Icha Permatasari, berhasil meraih Beasiswa Rumah Zakat Indonesia 2025–2026 setelah mengikuti proses seleksi pada Desember 2025. Pencapaian itu memenuhi persyaratan administratif, akademik, hingga penilaian dari prodi.
Icha menjelaskan, ketertarikan mendaftar beasiswa itu didorong oleh kesesuaian program dengan visi akademik dan kepemimpinannya di bidang kesejahteraan sosial. Menurutnya, beasiswa ini tidak hanya membantu studi, tetapi juga mendukung kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya tertarik mendaftar beasiswa ini karena mendukung pengembangan kompetensi akademik dan kepemimpinan di bidang sosial,” jelasnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (23/1/2026).
Peluang itu diperkuat oleh dukungan lingkungan akademik dan sosial yang kompak. Orang tua memberikan dukungan moral, sementara teman-teman satu prodi saling membantu dalam persiapan dokumen dan berbagi informasi.
“Orang tua saya memberikan dukungan moral yang sangat kuat sepanjang proses, teman-teman satu prodi saya turut membantu secara aktif karena mereka juga mendaftar, dengan berbagi tips dan me-review dokumen bersama,” tuturnya.
Sementara itu, informasi beasiswa pertama kali Icha peroleh melalui akun Instagram resmi @kmhs_uinjkt pada Desember 2025. Setelah itu, Icha mengikuti tahapan seleksi lanjutan berupa diskusi tatap muka dengan pihak prodi terkait capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), kondisi pribadi, dan orientasi pengabdian.
“Seleksi diawali pendaftaran daring pada Desember 2025, pengiriman berkas ke e-mail beasiswa dan Kemahasiswaan UIN Jakarta, diikuti pengisian lembaran pertanyaan, dilanjutkan diskusi dengan pimpinan prodi terkait IPK dan komitmen sosial, hingga dinyatakan lolos berdasarkan rekomendasi prodi,” katanya.
Ia menambahkan, adanya tantangan terberat muncul pada tahap seleksi akibat tingginya persaingan antara pelamar yang menimbulkan tekanan mental. Selain itu, kesulitan membagi waktu antara persiapan seleksi dan padatnya jadwal perkuliahan turut menjadi hambatan dalam proses seleksi beasiswa.
“Tantangan terbesar terjadi pada tahap seleksi akibat persaingan yang kompetitif serta sulitnya menyeimbangkan persiapan dengan padatnya jadwal kuliah semester tiga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Icha menilai, beasiswa Rumah Zakat Indonesia sangat membantu secara finansial karena menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ke depannya, Icha berkomitmen mempertahankan IPK, aktif dalam program beasiswa Rumah Zakat Indonesia, serta menyelesaikan skripsi tepat waktu.
“Saya berencana aktif mengikuti program Rumah Zakat, menjaga IPK tetap tinggi, dan menyelesaikan skripsi tepat waktu pada semester tujuh guna mendukung karier di bidang kesejahteraan sosial,” pungkasnya.
Reporter: Dinda Maulida | Fotografer: Narasumber | Editor: Geri Maulana Saputra
