Mahasiswa Soroti Dukungan Pembelajaran dan Pengembangan Diri Di Kampus PPG UIN Jakarta
Gedung Kemahasiswaan, Perspektif Mahasiswa - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki beberapa lokasi kampus sebagai bagian dari pengembangan fasilitas akademik. Salah satunya adalah kampus Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berlokasi di Bojongsari, Depok, yang sejak 2019 digunakan untuk menunjang kapasitas pembelajaran dan pemerataan ruang akademik bagi mahasiswa.
Beberapa Program Studi (Prodi) yang bertempat di kampus PPG berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), seperti Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan (MP), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). UIN Jakarta memindahkan tempat pembelajaran beberapa Prodi tersebut guna mengatasi kepadatan di kampus utama.
Seiring berjalannya waktu, mahasiswa yang berkuliah di kampus PPG merasakan berbagai pengalaman dalam perkuliahan. Mulai dari proses pembelajaran, kondisi fasilitas, hingga aktivitas di luar kelas menjadi bagian dari dinamika tersebut.
Mahasiswa Manajemen Pendidikan angkatan 2022, Rayyan, menyebut bahwa ketersediaan dan kondisi fasilitas, kurikulum, serta kualitas pengajar menjadi faktor utama yang mendukung kelancaran pembelajaran. Namun, ia juga menyoroti bahwa beberapa fasilitas masih perlu dilengkapi agar proses belajar dapat berjalan lebih optimal. Peningkatan fasilitas akan semakin mendukung efektivitas kegiatan akademik mahasiswa.
“Fasilitas, kurikulum, dan kualitas pengajar sangat membantu dalam proses pembelajaran,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Meski demikian, Rayyan mengaku telah merasakan adanya dukungan dari pihak kampus dalam menunjang pengembangan mahasiswa di PPG. Ia menyebut kampus menyediakan berbagai program, seperti pelatihan dan pendampingan karir yang membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Dukungan tersebut dinilai menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga pengembangan kompetensi mahasiswa secara lebih luas.
Dalam hal aktivitas non-akademik, Rayyan aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti UKM Forsa divisi Taekwondo, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan (MP), serta kegiatan sosial Ayo Mengajar Indonesia. Ia menilai bahwa mahasiswa saat ini cenderung memilih kegiatan yang memberikan manfaat langsung, seperti pengalaman kerja profesional.
“Sekarang banyak mahasiswa lebih tertarik pada kegiatan yang memberikan pengalaman, seperti magang. Organisasi yang hanya diskusi atau bedah buku sudah mulai jarang diminati,” ungkapnya.
Selain itu, Rayyan juga menyebut manajemen waktu dan kondisi finansial sebagai tantangan utama, terutama bagi mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan. Selain itu, jarak kampus antara PPG dengan kampus utama menjadi kendala tersendiri, khususnya dalam urusan administrasi, kegiatan UKM, serta seminar atau pelatihan yang lebih sering diadakan di kampus utama.
“Bahkan, dosen juga harus bolak-balik Ciputat–Sawangan,” tambahnya.
Sementara itu, mahasiswa PGMI angkatan 2022, Rodatul, menilai bahwa fasilitas yang memadai menjadi kunci utama dalam menciptakan pembelajaran yang efektif.
“Pembelajaran bisa terganggu ketika fasilitas di Gedung PPG tidak berfungsi dengan baik, seperti AC dan proyektor yang tidak bisa menyala,” jelasnya, Selasa (21/04/2026).
Berbeda dengan Rayyan, Rodatul memilih untuk tidak mengikuti kegiatan non-akademik karena memiliki kesibukan lain di luar kampus, yaitu mengajar di bimbingan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa di kampus PPG tidak hanya terfokus pada organisasi kampus.
Keduanya menyampaikan harapan agar ke depan kampus dapat melengkapi fasilitas serta melakukan perbaikan, baik dari segi sarana penunjang pembelajaran maupun kebijakan yang berdampak bagi civitas academica.
“Harapannya, semua mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama tanpa membedakan latar belakang organisasinya,” pungkas Rodatul.
Reporter : Salsabila Azahra |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
Dokumentasi:

