Mahasiswa UIN Jakarta Lolos Google Student Ambassador 2026
Mahasiswa UIN Jakarta Lolos Google Student Ambassador 2026

Gedung Kemahasiswaan, Cerita Mahasiswa - Google Student Ambassador (GSA) 2026 merupakan program dari Google Indonesia yang bertujuan memberdayakan mahasiswa sebagai penghubung antara teknologi digital, inovasi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan kampus. Berdasarkan Instagram @uinjktofficial terdapat 25  mahasiswa UIN Jakarta yang berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador 2026 dari beberapa program studi. 

Salah satu mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam, terpilih sebagai GSA 2026 Muhammad Lazuardi Naftali mengungkapkan keberhasilannya menjadi bagian dari program tersebut menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi digital serta pemanfaatan AI secara inovatif dan bertanggung jawab di lingkungan mahasiswa. Ia tertarik program tersebut sejak tahun 2025. Saat itu, ia mencoba mendaftar ketika program pertama kali dibuka, namun belum berhasil lolos proses seleksi karena beberapa kesalahan.

“Saya sempat gagal di 2025 karena melakukan beberapa kesalahan. Namun di 2026, saya mencoba lagi dengan persiapan yang lebih matang dan akhirnya berhasil,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).

Lazuardi menjelaskan, proses seleksi yang dilalui terbilang cukup ketat. Tahapan dimulai dari pengisian formulir dan pengumpulan dokumen, dilanjutkan dengan dua tantangan lainnya, yaitu pembuatan konten terkait fitur AI Google serta self-recorded interview tanpa proses editing.

Menurutnya, tahap wawancara mandiri menjadi bagian paling menantang. Peserta dituntut untuk menjawab pertanyaan secara spontan dengan kemampuan public speaking yang baik dalam durasi terbatas.

Self-recorded interview cukup menantang karena kita harus menjawab tanpa kesalahan. Kalau salah sedikit saja, harus mengulang dari awal, sementara durasinya juga dibatasi,” jelasnya.

Dalam menghadapi proses tersebut, Lazuardi mempersiapkan berbagai kemampuan, mulai dari public speaking, berpikir kreatif, hingga problem solving. Kemampuan ini dinilai penting, terutama dalam menyelesaikan studi kasus serta menghasilkan konten yang menarik.

Lazuardi menambahkan, dalam pelaksanaannya, program Google Student Ambassador tidak memiliki pembagian divisi khusus. Setiap peserta berperan sebagai representatif kampus yang menjalankan berbagai tantangan mingguan, seperti pembuatan konten dan eksplorasi teknologi.

Sebagai Google Student Ambassador, Lazuardi berkomitmen untuk mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan kepada mahasiswa, khususnya melalui platform seperti Google Gemini. Ia juga berencana membagikan tips penggunaan AI secara maksimal untuk mendukung kegiatan akademik. Kampus memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berhasil terpilih

“Saya ingin mengenalkan AI di Gemini dan memberikan tips agar penggunaannya bisa lebih optimal bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Dari sisi pengembangan diri, Lazuardi merasakan perubahan signifikan setelah mengikuti program ini. Ia menjadi lebih aktif dalam membuat konten digital, lebih bijak dalam menggunakan AI, serta mendapatkan relasi baru dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jangan pernah takut mencoba hal baru. Setiap kesempatan itu terbuka luas bagi siapa saja yang mau berusaha,” pesannya.

Selain Lazuardi, mahasiswa Prodi Ilmu Politik angkatan 2025, Romi Tirta Kurniawan mengungkapkan, ketertarikannya mengikuti program tersebut muncul pada Januari 2026, didorong oleh berbagai manfaat yang ditawarkan, mulai dari tantangan pembuatan konten hingga pengembangan kapasitas diri.

“Program ini memberikan banyak kesempatan untuk berkembang, baik dari sisi kemampuan maupun pengalaman,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).

Bagi Romi, tahap paling menantang adalah penyusunan portofolio dan pengembangan ide konten. Ia mempersiapkan berbagai keterampilan, seperti public speaking, copywriting, berpikir kritis dan kreatif, serta kemampuan editing konten.

“Saya menyiapkan portofolio sejak satu bulan sebelumnya. Selain itu, tantangan konten juga cukup sulit karena harus mengembangkan ide yang menarik,” jelas Romi.

Menurut Romi, setiap anggota Google Student Ambassador memiliki peran yang setara sebagai penghubung antara teknologi dan mahasiswa di kampus. Ia berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa serta mendorong pemanfaatan AI secara etis dalam mendukung riset dan produktivitas akademik. Dirinya juga berencana menyelenggarakan workshop serta ruang diskusi kreatif di lingkungan kampus.

“Saya ingin menjadi jembatan antara teknologi global dan kebutuhan mahasiswa, serta mendorong lingkungan akademik yang lebih adaptif dan inovatif,” tuturnya.

Selain itu, Romi menambahkan, pengalaman mengikuti program ini turut memberikan dampak positif dalam pengembangan diri, seperti peningkatan kemampuan kepemimpinan, manajemen waktu, serta perluasan jejaring global.

“Program seperti ini tidak mencari yang sempurna, tetapi mereka yang mau belajar dan berani mencoba,” pesannya.

Tak hanya itu, mahasiswa Prodi Sistem Informasi angkatan 2025, Keisha Mutiara Qalbia juga terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026. Ia tertarik mengikuti program ini setelah melihat pengalaman kakak kelasnya di SMA yang menjadi GSA 2025 dan mendapatkan banyak peluang dari program tersebut.

Keisha yang merupakan anggota aktif LO Fresh menjelaskan, terdapat tiga tahap dalam proses seleksi, yaitu administrasi (CV dan portofolio), self-recorded interview tanpa editing, serta tahap opsional Gemini Challenge dan self-aspiration. Ia menilai tahap interview sebagai yang paling menantang karena harus merekam video tanpa kesalahan. Untuk mempersiapkan diri, ia mengasah kemampuan CV berbasis ATS dan membangun web portofolio.

 “Saya berharap dapat menyebarkan edukasi seputar Google Gemini melalui konten media sosial untuk membantu pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari,” Harapnya. 

Reporter : Salsabila Azahra |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby 

Dokumentasi:



 

 

Media Kemahasiswaan  - 11

Media Kemahasiswaan  - 12

Media Kemahasiswaan  - 14 (1)

Media Kemahasiswaan  - 15 (1)