Mahasiswa UIN Jakarta Nilai Magang Jadi Bekal Penting Hadapi Dunia Profesional
Gedung Kemahasiswaan, Perspektif Mahasiswa – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyediakan berbagai program magang bagi mahasiswa di antaranya unit Pusat Informasi dan Humas (PIH), Kemahasiswaan, Pusat Karier, hingga sejumlah fakultas. Program ini diperuntukkan para mahasiswa dari berbagai fakultas dengan mengikuti beberapa tahap untuk seleksi. Salah satu mahasiswa yang merasakan manfaat magang adalah Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi yang menjalani magang di PIH UIN Jakarta batch lima divisi Public Relations, Qoulan Syadida Hidayat. Awalnya, ia mengikuti magang karena adanya kewajiban Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Prodinya. Namun, pengalaman yang dijalani justru membuatnya memahami bahwa magang bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Awalnya saya merasa posisi Public Relations tidak terlalu sesuai dengan Prodi, tapi setelah dijalani ternyata sangat membantu dan relevan,” ujarnya, Kamis (14/5)
Selama menjalani magang, Qoulan terlibat langsung dalam pengelolaan chatbot UIN Jakarta. Pengalaman ini menjadi titik penting dalam pengembangan kompetensinya karena pekerjaan yang dilakukan ternyata berkaitan dengan topik skripsi yang sedang ia kerjakan. Ia tidak hanya mempelajari aspek teknis, tetapi juga memahami bagaimana sistem digital diterapkan dalam lingkungan profesional dan pelayanan publik kampus.
“Sebelumnya chatbot UIN belum terlalu rapi, saya mengelola sistemnya dari awal sampai akhirnya bisa dijadikan bahan skripsi. Ketika dosen bertanya soal chatbot atau vendor yang digunakan, saya sudah paham karena pernah praktik langsung,” jelasnya.
Menurut Qoulan, magang juga menjadi ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk mengenali minat dan arah karier di masa depan. Ia menilai pengalaman praktik membantu mahasiswa memahami dunia profesional secara lebih realistis dibanding pembelajaran teoritis di kelas.
“Dengan magang saya jadi lebih sadar minat saya ke mana dan bagaimana langkah saya ke depannya,” tuturnya.
Pandangan serupa disampaikan Mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam semester delapan yang menjalani magang di Kemahasiswaan UIN Jakarta sebagai Social Media Officer, Muhammad Mudrik Almaromi. Baginya, magang menjadi sarana penting untuk memahami praktik dunia profesional yang tidak sepenuhnya didapatkan selama perkuliahan.
“Saya ikut magang karena ingin belajar dan praktik langsung di bidang sosial media, sekaligus mengenal dunia profesional yang nantinya akan saya hadapi,” ujarnya, Rabu (13/5).
Mudrik mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama magang, mulai dari keterampilan teknis hingga relasi profesional. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan sudut pandang baru terhadap dunia kerja yang sebelumnya hanya dipahami melalui teori.
“Benefit yang saya dapat bukan cuma pengalaman kerja, tapi juga cara pandang, relasi, dan wawasan baru,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswa Psikologi semester empat, Augie Humaira Putri, memilih menjalani magang di Pusat Karier UIN Jakarta bagian Public Relations. Ia menilai magang menjadi investasi diri untuk memperkaya pengalaman dan melatih kemampuan komunikasi profesional.
“Saya merasa pengalaman magang itu seperti investasi untuk diri sendiri. Semakin banyak pengalaman yang dicoba, semakin banyak juga hal yang bisa dipelajari,” ujarnya pada Kamis (14/5).
Dalam proses magang, Augie terlibat langsung dalam komunikasi dengan perusahaan dan mitra eksternal. Pengalaman tersebut menurutnya membantu memahami ritme kerja profesional sekaligus cara membangun komunikasi yang efektif.
“Saya belajar bagaimana melakukan approach ke company, meeting dengan partner, sampai negosiasi dengan pihak eksternal,” katanya.
Menurut Augie, magang saat ini lebih tepat dipandang sebagai kebutuhan dibanding sekadar tuntutan akademik. Ia menyadari pentingnya pengalaman profesional sejak semester awal kuliah karena persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Nilai akademik saja belum cukup. Mahasiswa juga perlu keterampilan dan pengalaman nyata tentang dunia kerja,” pungkasnya.
Ketiga mahasiswa tersebut sepakat bahwa pengalaman magang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia profesional. Selain meningkatkan keterampilan kerja, magang juga membantu mahasiswa membangun relasi dan kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja.
Reporter: Syahru Alfin Arsyada |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
