Mahasiswa UIN Jakarta Soroti Peran Magang dan Organisasi dalam Pengembangan Keterampilan
Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperkuat pengembangan potensi mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan dan program magang tingkat universitas. Tercatat, UIN Jakarta memiliki 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan 3 Lembaga Otonom (LO) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan keterampilan mahasiswa, serta menyediakan program magang di Pusat Informasi dan Humas (PIH), Pusat Karier UIN Jakarta, dan Internship Kemahasiswaan UIN Jakarta untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Wan Muhammad Arraffi menilai, magang dan organisasi memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam pengembangan potensi diri mahasiswa. Menurutnya, organisasi menjadi ruang pembelajaran jangka panjang, sementara magang memberikan pengalaman teknis terkait dunia profesional.
Arraffi menjelaskan, organisasi membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, manajerial, hingga cara menghadapi perbedaan pendapat. Menurutnya, lingkungan organisasi menjadi faktor penting dalam membangun pola pikir dan relasi sosial mahasiswa.
“Di organisasi kita belajar manajemen, cara berbicara dengan orang, sampai bagaimana menghadapi perdebatan. Lingkungan dan teman-teman juga sangat berperan karena kita bisa saling support dan berkembang bersama,” jelasnya, Rabu (6/5).
Selain itu, Arraffi mengaku pengalaman organisasi dan magang membantunya memahami sistem kerja profesional ketika mulai memasuki dunia kerja. Pengalaman tersebut menurutnya berkaitan erat dengan kemampuan manajerial dan pola kerja yang dibutuhkan industri.
“Ketika saya bekerja, saya sadar banyak hal yang bersinggungan dengan pengalaman organisasi dan magang, terutama dalam hal manajerial dan sistem kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Salma Zakiyah menilai keterlibatan dalam magang dan organisasi sangat berpengaruh terhadap pengembangan kemampuan mahasiswa. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan keterampilan yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang perkuliahan.
“Kita bisa mengasah skill yang tidak didapatkan saat kuliah. Kalau tidak ikut, kita tidak punya acuan untuk mengembangkan diri,” ujarnya, Jumat (8/5).
Salma mengungkapkan, awal keterlibatannya di organisasi dimulai dari keinginan belajar bersosialisasi dan memperluas relasi. Seiring berjalannya waktu, ia dipercaya memegang beberapa tanggung jawab seperti administrasi dan pengelolaan data organisasi.
“Awalnya ikut kepanitiaan untuk belajar bersosialisasi, kemudian dipercaya memegang beberapa jabatan seperti sekretaris dan pengelolaan data,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Salma mengaku memperoleh banyak kemampuan baru, mulai dari administrasi, komunikasi, hingga kepemimpinan. Ia juga menilai motivasi internal menjadi faktor utama dalam proses pengembangan diri selama aktif mengikuti organisasi dan magang.
“Saya belajar banyak, seperti analisis data, desain, public speaking, komunikasi, problem solving, sampai leadership untuk mengarahkan tim. Walaupun sempat tidak didukung, saya tetap jalan karena merasa ini penting untuk perkembangan diri,” jelasnya.
Keduanya sepakat, kampus memiliki peran penting dalam mendukung program magang dan organisasi melalui berbagai program pengembangan mahasiswa. Namun, mahasiswa juga dinilai perlu aktif memanfaatkan peluang yang telah disediakan kampus.
“Kampus sudah mendukung lewat mata kuliah dan kerja sama magang, tapi mahasiswa juga harus aktif mencari peluang,” pungkas Arraffi.
Reporter: Syahru Alfin Arsyada |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
