Menjaga Semangat dan Integritas: Catatan Kontingen UIN Jakarta dari Porsi Jawara II
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Berita Kemahasiswaan Online - Pekan Olahraga dan Seni PTKIN se-Jawa dan Madura (Porsi Jawara) II di Pekalongan resmi usai. Papan skor telah dirapikan, riuk tepuk tangan di tribun mulai mereda, dan kontingen dari berbagai kampus telah kembali ke daerah masing-masing. Di balik euforia dan raihan medali, ajang dua tahunan ini menyisakan cerita hangat tentang dedikasi, perjuangan, serta ketangguhan Kontingen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Perjalanan kontingen Ciputat ini bukanlah hal yang instan. Sejak awal Juni, proses seleksi ketat digelar untuk menyaring sekitar 120 pendaftar hingga terpilih 67 nama terbaik. Melalui verifikasi berkas hingga ajang tanding internal seperti di cabang bulu tangkis dan catur para atlet dan delegasi seni dipersiapkan secara sistematis demi membawa nama baik almamater di tingkat regional.
Bertanding di arena tingkat regional tentu memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Setiap cabang perlombaan yang diikuti menjadi ajang untuk menguji sejauh mana persiapan, ketangguhan fisik, serta kekuatan mental para peserta. Tim official yang mendampingi para atlet di lapangan mencatat bahwa komitmen para peserta sangat patut diacungi jempol. Seluruh daya upaya telah dikeluarkannya demi tampil maksimal di hadapan para juri dan penonton.
Namun, seperti halnya panggung kompetisi pada umumnya, dinamika lapangan tidak selalu berjalan mulus sesuai harapan di atas kertas. Penyelenggaraan di lapangan sesekali diwarnai riak teknis mulai dari skala penilaian juri yang sempat dinilai "unik" karena tak seragam, hingga lembar nilai yang mendadak hilang dari rekapitulasi. Di tengah situasi seperti ini, tim pendamping dan peserta memilih untuk tetap fokus menjaga semangat bertanding dan menyampaikan aspirasi sesuai koridor yang ada.
"Pacuan utama kita adalah Juknis. Ketika ada hal-hal teknis di lapangan, yang kita ajarkan kepada teman-teman mahasiswa adalah pentingnya bersuara dan menyampaikan aspirasi secara baik dan tertib sesuai prosedur," ungkap Naufal selaku Koordinator Official UIN Jakarta.
Langkah diplomasi yang ditempuh tim official di lapangan merupakan bentuk komitmen untuk menjaga integritas kompetisi sekaligus melindungi kondisi psikologis peserta agar tetap dapat bertanding dengan tenang.
"Pendampingan ini penting karena yang kita jaga bukan hanya nama baik universitas, melainkan juga mental anak-anak agar mereka merasa didukung penuh selama berjuang," tambahnya.
Bagi UIN Jakarta, keikutsertaan dalam Porsi Jawara II bukan sekadar berburu gelar juara, melainkan sebuah proses pembentukan karakter dan wadah pengembangan potensi mahasiswa secara holistik. Setiap tantangan dan evaluasi yang ada mulai dari pemahaman teknis perlombaan bagi peserta hingga penguatan alur koordinasi tim pendamping dijadikan sebagai bahan pembelajaran yang sangat berharga untuk kepanitiaan dan keikutsertaan pada ajang-ajang berikutnya.
"Evaluasi untuk peserta adalah agar ke depan bisa lebih memahami Juknis dan aktif saat technical meeting. Sementara dari sisi Official, koordinasi yang solid menjadi kunci agar seluruh kebutuhan atlet terlayani dengan baik," jelas Naufal
Ia juga menekankan bahwa esensi utama dari partisipasi kampus dalam ajang kemahasiswaan adalah pemberian ruang tumbuh yang seluas-luasnya bagi para mahasiswa.
"Universitas memandang perlombaan ini tidak hanya sebatas mengejar target juara, tetapi bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga, berkembang dalam kejuaraannya, dan merasakan dukungan dari kampus." Ungkapnya
Porsi Jawara II di Pekalongan boleh saja berakhir, namun semangat sportivitas, pengalaman lapangan, dan tali persaudaraan yang terjalin antar-mahasiswa akan terus menjadi modal berharga. Kontingen UIN Jakarta pulang tidak hanya membawa kebanggaan atas perjuangan yang telah dicapai, tetapi juga membawa pelajaran berharga untuk melangkah lebih jauh di masa depan.
Reporter: Rahadi Rahmaddianto | Editor: Rakhma Imamatul Ummah | Publisher: Naila Yustiara
Penanggung Jawab: Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D
Producer Advisor: Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Samsudin, S.Kom, Muhammad Adam Camubar, S.E., Sisca Nofianti, SEI
Dokumentasi:

