Menwa UIN Jakarta Sebagai Laboratorium Karakter Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja
Gedung Kemahasiswaan - Berita Kemahasiswaan Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan organisasi yang lahir dari semangat bela negara dikalangan mahasiswa. Menwa merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang dibentuk pertama kali di UIN Jakarta pada tahun 1964. Menwa dibentuk dengan tujuan sebagai wadah pembinaan mahasiswa dalam aspek kedisiplinan, kepemimpinan, dan nasionalisme.
Komandan Resimen Mahasiswa UIN Jakarta periode 2026, Nurul Hidayah, menjelaskan, Menwa UIN Jakarta berfokus pada pembentukan karakter mahasiswa yang tangguh secara fisik, mental, dan intelektual, serta siap berkontribusi untuk bangsa dan lingkungan kampus.
Pada periode kepengurusannya, Dayat menjelaskan bahwa visi utama yang diusung adalah mewujudkan Resimen Mahasiswa yang profesional, berintegritas, dan adaptif dalam membentuk kader bela negara yang unggul. Menurutnya, visi tersebut diselaraskan dengan visi kampus melalui penekanan pada keseimbangan antara intelektualitas, moralitas, dan keterampilan.
“Dalam konteks dunia kerja, kami menyiapkan anggota dengan soft skills seperti kepemimpinan, manajemen waktu, kerja tim, serta kemampuan menghadapi tekanan hal-hal yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang profesi,” ujar Dayat, Jumat (8/5).
Selain itu, Dayat menyebut Menwa terbuka bagi seluruh mahasiswa aktif tanpa terkecuali, baik bagi yang ingin belajar dari nol maupun yang sudah memiliki dasar kemampuan. UKM Menwa menerapkan sistem pembinaan bertahap agar setiap anggota dapat berkembang sesuai kemampuan dan potensinya masing-masing.
“Kami memiliki sistem kaderisasi yang bertahap, sehingga setiap anggota akan dibina sesuai dengan level dan kemampuannya,” jelas Dayat.
Dalam perjalanannya, tambah Dayat, Menwa memiliki sejumlah prestasi, di antaranya partisipasi aktif dalam kegiatan nasional Menwa, keterlibatan dalam pengamanan kegiatan besar kampus, serta kontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Anggota kami juga sering menunjukkan prestasi dalam bidang kepemimpinan dan organisasi, baik di tingkat internal kampus maupun eksternal,” katanya
Lebih lanjut, Dayat mengatakan, lulusan Menwa memiliki karier yang cukup luas, mulai dari instansi pemerintahan, dunia pendidikan, organisasi sosial, hingga sektor swasta. Ada juga yang melanjutkan ke bidang yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan.
“Menurut saya, hal ini sangat relevan karena nilai-nilai yang ditanamkan di Menwa seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan bersifat universal dan dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan,” ucap Dayat.
Dalam pelaksanaannya, Dayat menjelaskan, UKM Menwa mengembangkan kemampuan anggota melalui pelatihan rutin, pendidikan dan latihan dasar, serta berbagai kegiatan yang menuntut keterampilan seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), Bela Diri Militer (BDM), dan berbagai pelatihan lainnya.
“Kami juga memberikan ruang bagi anggota untuk mengembangkan potensi di bidang tertentu seperti kepemimpinan, komunikasi, manajemen kegiatan, dan kerja tim melalui keterlibatan langsung dalam program kerja organisasi,” pungkasnya
Selain itu, Dayat menyebut, Menwa memiliki program kerja yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh civitas academica, seperti pendidikan dan pelatihan dasar anggota, kegiatan pengamanan acara kampus, pelatihan kedisiplinan, serta kegiatan sosial seperti bakti sosial dan tanggap bencana.
“Dampaknya, civitas academica dapat merasakan lingkungan kampus yang lebih tertib, aman, serta adanya kontribusi nyata mahasiswa dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.
Alumni Menwa UIN Jakarta, Muhammad Uswa Amrulloh, lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab tahun 2024 yang saat ini bekerja di Badan Gizi Nasional serta menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, menjelaskan, pengalaman selama aktif di Menwa memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan karakter dan kariernya saat ini. Menwa membentuk dirinya dengan tekanan ‘Laboratorium Karakter’ nya sendiri dengan Grand Desain ‘Pendidikan-pendidikan Non-akademik’ di luar pendidikan yang diberikan perguruan tinggi atau civitas academica di UIN Jakarta.
“Menwa punya role model seperti sosok hebat lain dalam mengambil sikap, keputusan dan konsekuensi nya,” ujar Uswa saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (29/5).
Selain itu, Uswa menyebut skill yang dipelajari di Menwa sangatlah relevan dengan dunia kerja dan berdampak luar biasa menjadi booster karier nya. Ditambah lagi, ia mendapat banyak pengalaman saat di organisasi tersebut, karena dipaksa terjun langsung ke sendi-sendi elemen terbawah masyarakat, serta dipaksa belajar berkembang menjadi lebih baik dan kuat secara pengetahuan teori dan juga praktik.
“Pengalaman berkoordinasi antar lembaga, kemampuan tingkat tinggi bermasyarakat, terukur dalam berperilaku di tengah mengambil keputusan sebagai pimpinan, dan percaya diri menjabat sebagai sesuatu yang diamanahkan tuhan dan negara adalah buah dari pembentukan karakter di UKM Menwa,” Jelasnya.
Perihal bagaimana skill tersebut bekerja sampai membantunya di dunia kerja, Uswa menilai, itu bukanlah hal yang berhenti kemudian dihasilkan, tapi itu adalah hal yang terus dibentuk melalui proses yang panjang hingga saat ini.
“Pada dasarnya, skill itu yang membantu saya hari ini di dunia kerja, merupakan hal yang saya bentuk di alam bawah sadar, membiasakan sesuatu yang menurut saya tidak nyaman pada saat berproses, dan belajar menerima saat itu membentuk saya,” pungkasnya.
Reporter: Siti Julfa Fitriyah |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby
