Naramuda Syahid sebagai Jembatan Informasi Beasiswa KJMU bagi Mahasiswa UIN Jakarta 
Naramuda Syahid sebagai Jembatan Informasi Beasiswa KJMU bagi Mahasiswa UIN Jakarta 

Gedung Kemahasiswaan, Berita Kemahasiswaan Online Komunitas Naramuda Syahid resmi dibentuk pada tahun 2019 sebagai pusat informasi bagi mahasiswa penerima beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) di UIN Jakarta. Komunitas Naramuda terbentuk sejak era Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Anies Baswedan dan tersebar di berbagai perguruan tinggi dan politeknik yang telah menjalin kerja sama resmi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Beasiswa KJMU merupakan program bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Politeknik Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berasal dari keluarga tidak mampu yang memiliki potensi akademik. Sasaran beasiswa ini ialah calon/mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta, terdaftar di Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau DTKS Daerah, dan tidak menerima beasiswa lain.

Total penerima beasiswa KJMU di UIN Jakarta pada 2026 mencapai 1.986 mahasiswa, dengan rincian 290 orang merupakan penerima tahap baru dan 1.696 orang merupakan penerima tahap lanjutan, di mana seluruh akses informasi dan koordinasi bagi mahasiswa tersebut dikelola melalui Komunitas Naramuda Syahid.

Ketua Naramuda Syahid 2026, Muhammad Khadafi Sulaiman, mengungkapkan, Naramuda Syahid memiliki program yang rutin dilaksanakan, misalnya memperbarui informasi dari Dinas Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) dan Kemahasiswaan UIN Jakarta. Dengan begitu, harapannya tidak ada mahasiswa yang kebingungan atau belum menerima informasi terbaru soal KJMU tersebut.

“Kami memiliki tujuan untuk membantu, baik mahasiswa penerima KJMU maupun mahasiswa yang akan mencoba daftar, terkhusus mahasiswa baru yang sangat membutuhkan informasi beasiswa ini,” kata Dafi saat diwawancarai pada Minggu, (19/4/2026).

Dafi menuturkan, misalnya saja, setiap tahap pendaftaran di mana mahasiswa yang baru ingin mendaftar beasiswa belum mengetahui teknisnya, Naramuda Syahid akan menyelenggarakan sosialisasi secara keseluruhan baik secara daring melalui aplikasi Zoom Meet maupun luring dengan membuka stand di setiap fakultas. Selain itu, mereka juga selalu menerapkan pelayanan yang baik dan ramah serta membimbing seluruh penerima KJMU.

“Dari hasil survei kami, para penerima KJMU sangat terbantu. Alasannya karena sangat mudah mendapatkan informasi terbaru dari Dinas (P4OP) ataupun Kemahasiswaan UIN Jakarta,” ujar Dafi.

Pada kesempatan lain, salah satu penerima KJMU, Dimas Fernando dari Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang kini tengah menjalani semester enam sejak menjadi penerima KJMU pada semester dua, mengapresiasi kinerja Naramuda Syahid.

“Salah satu syarat penerima KJMU adalah melakukan pelatihan dan pengabdian. Naramuda Syahid sangat membantu dalam hal ini, menyediakan fasilitas hingga memberi arahan dengan baik,” ucapnya ketika diwawancarai, pada Senin (20/4/2026).

Selain itu, Dimas juga menganggap dampak signifikan dari keberadaan Naramuda Syahid adalah kemudahan mendapatkan informasi. Dengan informasi yang jelas, ia menjadi lebih tenang terutama dalam proses daftar ulang KJMU karena semua telah dijelaskan melalui sosialisasi dan pengumuman lewat grup WhatsApp tiap fakultas dari Naramuda Syahid.

“Soal alur koordinasi yang dilakukan oleh Naramuda Syahid dengan Kemahasiswaan UIN Jakarta pun sudah sangat memudahkan mahasiswa dalam mengurus beasiswa, tidak ada keterlambatan, selalu tepat waktu. Ini merupakan hal yang sangat positif dan harus terus dijaga oleh Naramuda Syahid,” tutupnya.

Reporter: Laila Nurrahma |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby