Ormawa Universitas Dorong Mahasiswa Raih Prestasi Nasional maupun Internasional
Ormawa Universitas Dorong Mahasiswa Raih Prestasi Nasional maupun Internasional

Gedung Kemahasiswaan - Berita Kemahasiswaan Online Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2026 memiliki 21 Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat universitas, yakni; 16 UKM, 3 Lembaga Otonom, Dewan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa serta memiliki 1 wadah organisasi bernama Forum UKM. 

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Alvino Dijan Zamzani, berhasil mengharumkan nama kampus melalui UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) pada tahun 2025. Ia meraih dua medali emas sekaligus dalam kategori Mixed Adult Choir dan Folksong pada Thailand International Choral festival (Thai-ICF) 2025. 

“Penghargaan yang saya raih selama di UKM PSM yaitu meraih gold medal dalam dua kategori kompetisi pada Thailand International Choral festival 2025,” ujar Alvino, Rabu (22/4).

Selama mengikuti UKM, Alvino tetap menjalankan kegiatan akademik dan organisasi secara bersamaan. Menurutnya, UKM memberikan banyak manfaat dalam pengembangan kemampuan, baik di bidang seni maupun organisasi. Ia tidak hanya belajar bernyanyi dan bermain alat musik, tetapi juga memahami keterampilan kerja tim dan manajemen waktu. 

“UKM sangat membantu dalam pengembangan keterampilan, mulai dari bernyanyi, bermain musik, manajemen organisasi, dan banyak lainnya,” ungkapnya.

Meski berhasil meraih prestasi, Alvino mengaku tetap menghadapi tantangan dalam mengatur waktu antara kuliah, organisasi, dan persiapan lomba. Jadwal latihan yang padat membuatnya harus mampu membagi waktu antara kuliah, kepanitiaan, dan latihan rutin. Menurutnya, kedisiplinan menjadi hal penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan seimbang. 

“Tantangan terbesar lebih ke manajemen waktu, terutama saat menyeimbangkan antara kuliah dengan kepanitiaan dan latihan rutin,” ujarnya.

Disisi lain, Alvino menilai kampus telah memberikan banyak dukungan, terutama dalam hal pendanaan kompetisi. Dukungan ini membantu kelancaran persiapan hingga pelaksanaan lomba. Meski demikian, ia berharap fasilitas penunjang latihan dapat terus ditingkatkan agar kegiatan pembinaan di UKM berjalan lebih maksimal.

“Alhamdulillah kampus sangat mendukung dari segi finansial walau ada beberapa kendala,” katanya.

Selain Alvino, prestasi lain juga diraih oleh mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah, melalui LO Fatahillah Research for Science and Humanity (FRESH), Nabiilah Ar Rasyidah. Ia berhasil meraih empat kejuaraan di bidang kepenulisan ilmiah di berbagai daerah. Prestasi tersebut meliputi juara satu lomba esai di Bogor, juara tiga lomba esai di Universitas Sebelas Maret (UNS), juara satu lomba karya tulis ilmiah di Kediri, serta juara tiga lomba karya tulis ilmiah di Surabaya. 

Menurut Nabiilah, Ormawa khususnya LO Fresh memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa melalui berbagai program pembinaan. Kegiatan seperti kelas kepenulisan, mentoring mingguan, dan pendampingan lomba membantu anggota memahami proses penulisan secara lebih terarah. Selain itu, anggota juga mendapatkan bimbingan dalam menyusun karya hingga tahap presentasi lomba.

“UKM, khususnya Fresh, sangat membantu dalam pengembangan anggota, melalui kelas kepenulisan, mentoring mingguan, maupun pendampingan lomba,” jelasnya, Sabtu (2/5).

Selain itu, Nabiilah juga menilai, lingkungan UKM memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anggotanya. Suasana yang mendukung membuat anggota lebih nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan mencoba mengikuti berbagai kompetisi. Menurutnya, lingkungan yang sehat membuat mahasiswa terdorong untuk terus berkembang tanpa merasa terbebani.

“Lingkungannya sehat juga sangat positif dan suportif, sehingga mendorong anggota untuk terus berkembang dan berprestasi tanpa merasa tertekan atau burn out,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nabiilah menyampaikan, dukungan kampus perlu ditingkatkan, terutama dalam hal pendampingan dan pembiayaan lomba. Ia menilai dukungan ini penting agar mahasiswa dapat lebih maksimal dalam mengikuti kompetisi, khususnya di bidang akademik dan kepenulisan.

“Kadang saya merasa dukungan dari kampus masih kurang, terutama dalam pendampingan dan pendanaan lomba,” ungkapnya.

Reporter: Siti Julfa Fitriyah |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin |Publisher: Muhammad Haikal Aby