PBAK 2026 Kenalkan Kode Etik dan Budaya Green Campus
PBAK 2026 Kenalkan Kode Etik dan Budaya Green Campus

Auditorium Harun Nasution, Berita Kemahasiswaan Online Mahasiswa baru UIN Jakarta dikenalkan dengan kode etik dan budaya Green Campus dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Pengenalan tersebut disampaikan Kepala Pusat Green Campus UIN Jakarta, Prof. Dr. Hendrawati, M.Si., pada Kamis (27/8/2026).

Hendrawati menjelaskan, penerapan budaya Green Campus merupakan bagian dari komitmen UIN Jakarta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, budaya tersebut juga berkaitan dengan pelaksanaan kode etik mahasiswa dalam kehidupan kampus.

“UIN Jakarta punya tiga moto, innovation, green and humanity. Kami berbicara di green-nya berkomitmen menghijaukan masa depan dengan tekad untuk berkontribusi pada keberlanjutan,” jelasnya.

Ia menyampaikan sejumlah hak dan kewajiban mahasiswa yang berkaitan dengan budaya Green Campus. Mahasiswa memiliki hak memperoleh fasilitas kampus yang aman dan nyaman, sekaligus berkewajiban menjaga kebersihan, ketertiban, serta keamanan lingkungan kampus.

Hendrawati juga mengingatkan mahasiswa baru untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan kampus. UIN Jakarta telah menyediakan bus listrik dan sepeda listrik sebagai fasilitas transportasi yang dapat dimanfaatkan civitas akademika.

“Budaya Green Campus yang pertama kurangi penggunaan kendaraan bermotor. Utamakan jalan kaki dulu, kecuali kalau memang perlu waktu cepat, silahkan menggunakan fasilitas yang sudah ada,” tuturnya.

Selain transportasi ramah lingkungan, mahasiswa juga diarahkan untuk menghemat penggunaan energi. Ia mengingatkan mahasiswa untuk mematikan pendingin ruangan, lampu, proyektor, dan perangkat elektronik setelah kegiatan perkuliahan selesai.

UIN Jakarta juga menyediakan fasilitas tap water di sejumlah gedung sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Hendrawati mengimbau mahasiswa membawa tumbler dan tempat makan yang dapat digunakan berulang kali.

“Untuk minum kalian harus bawa tumbler. Untuk makanan bawa tempat makan yang berulang. UIN Jakarta menyediakan mesin tap water, jadi setiap gedung sudah ada itu,” ungkapnya.

Dalam pengelolaan sampah, mahasiswa diminta membuang sampah sesuai dengan jenisnya. UIN Jakarta juga memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Mandiri Kelola Alam Khalifa (TPSTM Khalifa) untuk mengolah sampah yang berasal dari lingkungan kampus.

Hendrawati menambahkan, penerapan budaya Green Campus membutuhkan keterlibatan seluruh civitas akademika. Ia menyebut pemeringkatan UI GreenMetric UIN Jakarta terus mengalami peningkatan, dari peringkat 316 pada 2024 menjadi 238 secara internasional pada 2025.

“Ini semua dapat terwujud berkat semua kerja sama civitas akademika,” pungkasnya.

Reporter: Alfassalam Muhammad | Editor: Rakhma Imamatul Ummah | Publisher: Dini Azzahra

Penanggung Jawab: Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D
Producer Advisor: Muhammad Furqon, S.Pd.I., M.A., Samsudin, S.Kom, Muhammad Adam Camubar, S.E., Sisca Nofianti, SEI